Halaman

Sabtu, 28 Januari 2012

Aplikasi Tanaman Kayu Apu (Pistia stratiotes l) dan Kiambang (Salvinia natans) untuk Menurunkan Kadar Fosfat Limbah Laundry


Yogyakarta merupakan kota pelajar, kota wisata, dan kota yang menjadi tujuan masyarakat untuk mencari nafkah. Sejalan dengan kegiatan masyarakat di kota tersebut yang semakin padat, maka sangat sedikit sekali waktu yang dimiliki untuk mencuci sendiri sehingga menggunakan jasa. Dewasa ini banyak muncul industri industri kecil laundry. Laundry merupakan bagian dari industri rumah tangga yang melayani jasa pencucian baju, seprei, karpet, dan lain-lain.
Bahan utama yang digunakan dalam industri ini adalah deterjen. Laundry merupakan kegiatan usaha jasa yang banyak menghasilkan limbah cair. Pembuangan limbah yang berasal dari kegiatan usaha laundry masih dibuang ke lingkungan tanpa ada pengolahan. Limbah laundry mengandung fosfat yang tinggi. Fosfat ini berasal dari Sodium Tripolyphosphate (STPP) yang merupakan salah satu bahan yang kadarnya besar dalam detergen. Dalam detergen, STPP ini berfungsi sebagai builder yang merupakan unsur penting kedua setelah surfaktan karena kemampuannya menonaktifkan mineral.
Deterjen yang tersisa dan yang tidak dapat terurai akan mencemari lingkungan/ badan air yang berakibat meningkatnya pertumbuhan ganggang yang disebut dengan algae bloom. Fosfat adalah penyubur nutrien dalam pertumbuhan tanaman tersebut. Sehingga dengan banyaknya fosfat yang dibuang ke badan air maka nutrient juga menjadi berlebihan dalam ekosistem air yang akan mengakibatkaan pencemaran. Pencemaran tersebut dikenal dengan Eutrofikasi merupakan yang diakibatkan oleh limbah fosfat (PO3-), khususnya dalam ekosistem air tawar. Air dikatakan eutrofik jika konsentrasi total phosphorus (TP) dalam air berada dalam rentang 35-100 µg/L.
Pemerintah telah mengeluarkan berbagai peraturan yang berhubungan dengan masalah lingkungan hidup, diantaranya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.18 tahun 1999 Tentang pengelolaan Limbah Berbahaya dan Beracun (B3). Peraturan Pemerintah juga mengatur  antara lain limbah yang dihasilkan oleh suatu kegiatan yang dibuang ke lingkungan (udara dan perairan) harus sesuai dengan baku mutu lingkungan.
Selain berdampak negatif pada lingkungan, fosfat juga berdampak negatif pada kesehatan manusia. Hal ini terjadi apabila fosfat pada air limbah tersebut mencemari air bersih yang dikonsumsi oleh manusia. Dampak bagi kesehatan manusia diantaranya timbulnya Septicema (keracunan dalam darah). Septicema ini dimulai dengan sakit gigi, bintik-bintik pada lapisan mukosa gigi, abses pada tulang rahang, terjadi demam menggigil, dan bisa berakibat kematian (Murtikowati Endang, 1999). Selain itu kadar fosfat yang tinggi dapat menyebabkan iritasi pada mukosa saluran pencernaan, dengan tanda mual, muntah, sakit perut, pendarahan pada saluran pencernaan, acidosis, dan shock.
Permasalahan tersebut maka diperlukan suatu upaya pengolahan limbah yang berasal dari kegiatan laundry untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Fitoremediasi adalah upaya penggunaan tanaman dan bagian-bagiannya untuk dekontaminasi limbah dan masalah-masalah pencemaran lingkungan baik secara ex-situ menggunakan kolam buatan atau reactor maupun in-situ (langsung di lapangan) pada tanah atau daerah yang terkontaminasi limbah (Subroto, 1996). Tujuannya untuk mengurangi limbah deterjen di perairan tanpa membutuhkan biaya yang banyak dengan memanfaatkan kemampuan tanaman air dalam menyerap unsur hara.

Kiambang merupakan nama umum bagi paku air dari genus Salvinia. Tumbuhan ini biasa ditemukan mengapung di air menggenang, seperti kolam, sawah dan danau, atau di sungai yang mengalir tenang.
Kiambang memiliki dua tipe daun yang sangat berbeda. Daun yang tumbuh di permukaan air berbentuk cuping agak melingkar, berklorofil sehingga berwarna hijau, dan permukaannya ditutupi rambut berwarna putih agak transparan. Rambut-rambut ini mencegah daun menjadi basah dan juga membantu kiambang mengapung. Daun tipe kedua tumbuh di dalam air berbentuk sangat mirip akar, tidak berklorofil dan berfungsi menangkap hara dari air seperti akar. Kiambang tidak menghasilkan bunga karena masuk golongan paku-pakuan. Kiambang bersifat heterospor, memiliki dua tipe spora: makrospora yang akan tumbuh menjadi protalus betina dan mikrospora yang akan tumbuh menjadi protalus jantan. Paku air ini tidak memiliki nilai ekonomi tinggi, kecuali sebagai sumber humus (karena tumbuhnya pesat dan orang mengumpulkannya untuk dijadikan pupuk), kadang-kadang dipakai sebagai bagian dari dekorasi dalam ruang, atau sebagai tanaman hias di kolam atau akuarium. Karena dapat tumbuh sangat rapat hingga menutupi permukaan sungai atau danau.
Kayu apu (Pistia stratiotes) merupakan tumbuhan air yang biasa dijumpai mengapung di perairan tenang atau kolam. Ia juga populer sebagai tumbuhan pelindung akuarium. Tumbuhan ini adalah satu-satunya anggota marga Pistia.
Aktivitas tanaman tersebut mampu mengolah air limbah dengan tingkat efisiensi yang tinggi. Selain itu dapat menurunkan partikel tersuspensisecara biokimiawi (berlangsung agak lambat) dan mampu menyerap logam-logam berat seperti Cr, Pb, Hg, Cd, Cu, Fe, Mn, Zn dengan baik,kemampuan menyerap logam persatuan berat kering lebih tinggi pada umur muda dari pada umur tua.
 
Jadi sistem pengolahan dimulai dari inlet ke bak equalisasi untuk menghomogenkan limbah dan mengatur pH dengan menambahkan NaOH jika limbah terlalu asam hingga pH menjadi 6-9, setelah itu masuk ke bak fitoremediasi melalui filtrasi kerikil yang selanjutnya fitoremediasi tanaman air dan melalui filtrasi kerikil kembali dan menuju ke bak koagulasi dengan penambahan koagulan berupa tawas yang telah melalui jartest, yang kemudian masuk ke bak sedimentasi, dan  limbah keluar menuju outlet. Pada pengolahan ini tanaman air yang digunakan gabungan 2 jenis tanaman untuk menurunkan kadar fosfat.

10 komentar:

  1. asalamuaikum mba..mba ini saya adik tingkat mbak..kbtulan saya mau buat KTI tentang pengolahan limbah laundry pake kiyambang..tapi nyari referensinya blm dpt..ini mbak nita dulu nyarinya dimana ya?
    makasi mba sebelumnya..

    BalasHapus
  2. Wsalam. dr jurnal-jurnal ilmiah dek, kalau mau tambahan referensi tinjauan pustaka tanaman kiambang bs cari di buku fak biologi UGM, lebih lengkap. Semangat KTI yaa! :)

    BalasHapus
  3. Mbak (atau mungkin, harusnya "dek", saya nggak tahu), emm, Salvinia molesta nya di poto kok nggak kelihatan ya, atau mungkin saya kurang teliti saja ya, nggak tau sih, tapi yang saya lihat di atas hanya poto nya Pistia saja ya.. hehe
    Salvinia ini bisa untuk meremediasi logam berat juga kan, yah?
    Oh, iya, ngomong2, Mbak tau nggak kalau ingin memesan tumbuhan spesies cantik si mbak salvinia ini dimana? Saya rasa sudah mulai jarang sekarang saya temukan di daerah saya di Surabaya. Mbak tau nggak dimana bisa saya temukan atau bisa saya pesan? Lagi butuh. Tolong ya.
    Makasih banyak sebelumnya.

    BalasHapus
  4. Ini masih banyak ditemukan bebas di Kabupaten Banyuwangi kak. Saya juga pernah berkunjung ke Lembah Hijau Multifarm Solo disana ada tanaman2 itu bisa dibeli. Tk

    BalasHapus
  5. Hasil penelitiannya gagaimana ya? apakah dipublikasikan dalam jurnal?

    BalasHapus
  6. Assalamualaikum mba, saya mahasiswa d3 kesling ingin mmbuat kti ttg pnurunan limbah laundry gn cara ygmba sampaikan, bisa mba membantu lebih terperinci, atau boleh minta kontak personnya email saya miswan_f@yahoo.com

    BalasHapus
  7. Silkabus:maaf saya blm dilakukan penelitian lebih lanjut yg dipublikasikan ke jurnal.
    Anonymous:silahkan bs kontak ke fb/twitter di bio atau email saya anitadwin@gmail.com

    BalasHapus
  8. Terimakasih infonya yaa kak, semoga bisa saling membantu :)

    BalasHapus
  9. Kak mau nnya. Saya ada email kk ,

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.
 

Blogger news

Cari Blog Ini