Halaman

Jumat, 15 Juni 2012

Mengintip Tempat Penggilingan Padi dari Segi Kesehatan Lingkungan


Peningkatan industrialisasi tidak terlepas dari peningkatan teknologi modern. Di saat kita menerima peningkatan dan perubahan teknologi tersebut, maka kita juga harus menerima efek sampingnya. Salah satu diantaranya adalah kebisingan. Kebisingan merupakan salah satu aspek terpenting dalam higiene industri karena kebisingan dapat mengakibatkan gangguan kesehatan dan menurunnya produktivitas pekerja. Gangguan kesehatan yang ditimbulkan diantaranya gangguan pendengaran sementara dan permanen. Selain itu kebisingan yang tinggi juga dapat menurunkan konsentrasi pekerja dan dapat mengakibatkan stres sehingga mengakibatkan kecelakaan kerja. Gangguan kesehatan tersebut harus terus diperhatikan karena dampaknya pada kesehatan tidak dapat disembuhkan atau irreversible.
Apakah kebisingan itu?
Kebisingan adalah semua bunyi atau suara yang tidak dikehendaki yang dapat mengganggu kesehatan dan keselamatan. Menurut keputusan Menteri No 48/Men.LH/11/1996, kebisingan adalah bunyi yang tidak diinginkan dari suatu usaha atau kegiatan dalam tingkat dan waktu tertentu yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan manusia dan ternak, kenyamanan lingkungan, termasuk ternak, satwa, dan sistem alam.
Sumber kebisingan menurut sifatnya ada 2 macam, yaitu :
1.       Sumber kebisingan statis, yaitu pabrik, mesin, dll.
2.       Sumber kebisingan dinamis, yaitu kendaraan bermotor, pesawat, dll.
Kebisingan statis mesin penggilingan padi
Mesin penggilingan padi merupakan sumber kebisingan yang cukup tinggi. Menurut pengukuran kebisingan di salah satu penggilingan padi di Kabupaten Purbalingga bahwa angka kebisingan mencapai 95 dB yang telah melampaui baku mutu kebisingan ruang kerja yaitu 85 dB. Angka kebisingan yang telah melampaui baku mutu tersebut dapat mengakibatkan gangguan kesehatan baik bagi pekerja atau masyarakat sekelilingnya terutama yang terdekat dengan lokasi sumber kebisingan.
Simpul-simpul kebisingan di penggilingan padi, yaitu :
1.       Simpul 1
Yaitu sumber kebisingan adalah mesin penggilingan.
Cara pencegahannya dengan cara menekan angka kebisingan dari sumber, yaitu melakukan inovasi teknologi untuk mengurangi kebisingan dengan peredam suara.
2.       Simpul 2
Yaitu lingkungan kerja sekitar tempat penggilingan padi terutama ruang kerja dan lingkungan sekeliling penggilingan padi.
Cara  pencegahannya adalah
3.       Simpul 3
Yaitu semua orang yang terpapar bunyi yang dihasilkan penggilingan padi.
4.       Simpul 4
Yaitu rang yang mengalami gangguan kesehatan akibat dari kebisingan.

Industrialisasi dan Pencemaran Lingkungan


Negara Indonesia adalah negara berkembang dimana bangsanya sedang bangkit untuk menjadi makmur dengan mempergunakan dan memanfaatkan sumber daya alam dengan cermat. Sebagai contoh Jakarta adalah kota metropolitan yang sedang tumbuh cepat untuk mengatasi permasalahan-permasalahan ekonomi. Adanya industri dapat meningkatkan lapangan kerja dan dapat mengurangi jumlah pengangguran di negeri ini. Sehingga banyak terbentuk kota-kota industri yang tidak direncanakan serta padat penduduknya di sekitar daerahnya. Kelestarian lingkungan menjadi rusah karena di satu pihak eksploitasi sumber daya alam yang berserampangan menyebabkan perusakan lingkungan dan di lain pihak industri-industi menghasilkan gas, debu, dan sampah buangan yang mencemari lingkungan.
Masalah pencemaran lingkungan sebagai akibat logis dari proses industri. Indonesia sedang berusaha memerangi keterbelakangan dan kemiskinan yang harus memperhatikan masalah pencemaran lingkungan yang tidak menjadi tugas ringan. Dikarenakan untuk menghilangkan pengaruh pencemaran lingkungan membutuhkan pengeluaran dana yang cukup besar dan keberadaan dana ini semakin langka.
Pencemaran lingkungan menjadi masalah umum yang dimaksudkan agar setiap individu sadar mengenai dampak pencemaran lingkungan. Sebab pencemaran lingkungan yaitu sebab sosial, ekonomi, dan teknologi, ketiga penyebab tersebut sangat erat kaitannya.
Pencemaran lingkungan diantaranya :
1.       Pencemaran udara (air pollution)
Contohnya debu, gas-gas, dan uap logam yang dibuang dan mencemari udara. Bangunan-bangunan pada daerah yang udaranya kena pencemaran lebih cepat rusak karena korosi terutama bangunan yang konstruksi baja.
2.       Pencemaran air (water pollution)
Contohnya sampah, buangan industri, dan bahan-bahan kimia seperti pestisida dan pupuk.
3.       Pencemaran tanah (soil pollution)
Contohnya penggunaan pestisida dari pupuk pertanian.
4.       Pencemaran lain
Contohnya kebisingan yang ditimbulkan dari kendraan bermotor.


Diberdayakan oleh Blogger.
 

Blogger news

Cari Blog Ini