Halaman

Selasa, 05 Februari 2013

Limbah Cair Batik


Limbah cair batik adalah limbah cair yang berasal dari proses persiapan proses pembatikan, proses pembatikan, proses pelepasan lilin dan finishing yang limbah cairnya mengandung bahan kimia, seperti naptol, indigol, zat reaktif dan soda abu. Menurut Kusno Putranto limbah cair adalah cairan yang berasal dari rumah tangga, industri atau tempat-tempat umum lainnya yang biasanya mengandung bahan atau zat-zat yang dapat membahayakan kehidupan manusia serta mengganggu kelestarian lingkungan hidup. Limbah cair adalah air yang tidak bersih dan mengandung zat yang bersifat membahayakan kehidupan manusia atau hewan yang lazimnya muncul karena aktivitas manusia termasuk industri. (Azrul Aswar, 1998)

Industri batik merupakan salah satu usaha industri yang terdapat dalam kehidupan masyarakat kita, adapun proses industri batik meliputi proses persiapan, proses pembatikan, proses pelepasan lilin dan finishing. Dari proses pembatikan tersebut dihasilkan limbah cair yang umumnya dibuang begitu saja tanpa mengalami pengolahan sehingga akan mengganggu dan menimbulkan pencemaran lingkungan. Untuk menanggulangi dampak negatif terhadap lingkungan, perlu diupayakan suatu proses pengolahan limbah cair industri batik sehingga diperoleh limbah cair yang memenuhi persyaratan/baku mutu.

Industri batik yaitu proses-proses pekerjaan dari permulaan berbentuk kain mori batik sampai menjadi kain batik. Sedangkan arti batik adalah cara pembuatan bahan sandang berupa tekstil yang bercorak pewarnaan dengan menggunakan lilin sebagai penutup untuk mengamankan warna dari perembesan warna lain didalam pencelupan (murti hadi,1979)
Proses Pengecapan 





Proses Pencucian

Karakteristik limbah cair batik
Warna
Bahan-bahan yang dipergunakan dalam proses membatik banyak menggunakan bahan-bahan hasil aktivitas tumbuhan dan hewan seperti lendir maupun getah. Sehingga industri banyak mengandung kadar warna.

Suhu
Umumnya suhu air limbah lebih tinggi dari pada suhu air minum dan merupakan parameter yang sangat penting karena efeknya pada aquatic life, meningkatkan reaksi dan menambah spesies ikan dalam air (Sugiharto,1987)

pH
konsentrasi iion hidrogen adalah ukuran kuallitas dari air maupun dari air buangan, kadar pH yang baik adalah kadar dimana masih memungkinkan kehidupan biologis dalam air berjalan dengan baik, pH yang baik dalam air adalah 7

BOD
Merupakan sebagai jumlah oksigen terlarut dalam air buangan yang dipakai untuk menguraikan sejumlah senyawa organik oleh mikroorganisme pada suhu dan waktu tertentu (Sugiharto,1987)

COD
Didefinisikan sebagai sejumlah oksigen yang diperlukan oleh mikroorganisme anaerobik untuk menguraikan senyawa-senyawa yang ada dalam air buangan secara kimia (Depkes,1991)

TSS
Adalah jumlah berat dalam mg/L kering lumpur yang ada dalam air limbah setelah mengalami penyaringan dengan membran berukuran 0.45 mikron (depkes,1991). TSS adalah padatan yang menyebabkan kekeruhan air ,tidak larut dan tidak mengendap langsung. Padatan tersuspensi adalah padatan yang terdiri dari partikel-partikel yang ukuran serta beratnya lebih kecil daripada sedimen (Ircham,1992). Partikel yang digolongkan dalam suspended solid adalah semua partikel yang mempunyai diameter lebih besar dari 0.45 mikron. Dialam akan terjadi pula peristiwa serupa. Pada badan air suspended solid sebagian besar terdiri dari senyawa-senyawa organik, yang akan mengalami proes dekomposisi dan banyak memerlukan banyak oksigen, sehngga menurunkan kadar oksigen terlarut dalam air.
Hal serupa dapat terjadi pula apabila air limbah yang masih mempunyai kandungan suspended solid dibuang ke riol kota. Oleh karena itu, besarnya suspended solid merupakan satu persyaratan air limbah sebelum dibuang kebadan air (SPPH Depkes Surabaya,1983). Air buangan industri mengandung jumlah padatan tersuspensi dalam jumlah yang sangat bervariasi tergantung dari jenis industrinya (Fardiaz Srikandi,1987)

Limbah cair batik
Berdasarkan Keputusan Gubernur Kepala Daerah Istemewa Yogyakarta No.281/KPTS/1998 tentang Baku Mutu Limbah Cair bagi Kegiatan Industri di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Baku Mutu Limbah Cair untuk Industri Batik : Kadar maksimum COD = 100 mg/L ; kadar maksimum TSS = 200 mg/L

Dampak Nitrogen dan Hidrocarbon bagi Kesehatan


Nitrogen
Nitrogen oksida sering disebut dengan NOx karena oksida nitrogen mempunyai 2 bentuk yang sifatnya berbeda, yakni gas NO2 dan gas NOx. Sifat gas NO2 adalh berwarna dan berbau, sedangakn gas NO tidak berwarna dan tidak berbau. Warna gas NO2 adalah merah kecoklatan dan berbau tajam menyengat hidung.Kadar NOx diudara daearh perkotaan yang berpenduduk padat akan lebih tinggi dari daerah pedesaan yang berpenduduk sedikit. Hal ini disebabkan karena berbagai macam kegiatan yang menunjang kehidupan manusia akan menambah kadar NOx di udara, seperti transportasi, generator pembangkit listrik, pembuangan sampah dan lain-lain.Pencemaran gas NOx diudara teruatam berasal dari gas buangan hasil pembakaran yang keluar dari generator pembangkit listrik stasioner atau mesin-mesin yang menggunakan bahan bakar gas alami. Sumber utama NOx pada atmosfer adalah dari jalan lalu lintas. Pada sangat konsentrasi tinggi, dimana mungkin hanya dialami pada kecelakaan industri yang fatal, paparan NO2 dapat mengakibatkan kerusakan paru-paru yang berat dan cepat. Pengaruh kesehatan mungkin juga terjadi pada konsentrasi ambient yang jauh lebih rendah seperti pada pengamatan selama peristiwa polusi di kota. Bukti yang didapatkan menyarankan bahwa penyebaran ambient kemungkinan akibat dari pengaruh kronik dan akut, khususnya pada sub-grup populasi orang yang terkena asma. NO2 terutama berkelakuan sebagai agen pengoksidasi yang kemungkinan merusak membran sel dan protein. Pada konsentrasi tinggi, saluran udara akan menyebabkan peradangan yang akut. Ditambah lagi, penyebaran dalam waktu-singkat berpengaruh terhadap peningkatan resiko infeksi saluran pernapasan. Meskipun banyak pengontrolan penyebaran yang dilakukan, fakta secara jelas mendefinisikan hubungan antara konsentrasi atau dosis dan umpan baliknya tidaklah cukup.

Hidrocarbon
Hidrokarbon juga merupakan pencemar utama yang diemisikan oleh kendaraan bermotor dari lalu lintas di dalam perkotaan. Di beberapa kota besar, sumber ini merupakan sumber hidrokarbon yang paling dominan, sebagai pencemar primer dan yang memberikan kontribusi terbesar dalam pencemaran oksidan fotokimia. Hidrokarbon terutama berperan dalam atmosfer dalam pembentukan ozon dan fotooksidan lainnya, bersama-sama dengan adanya oksida nitrogen dan sinar ultra violet.Gangguan pernapasan dapat timbul akibat senyawa hidrokarbon sendiri, meliputi laryngitis, pharya dan bronchitis.Dampak fotooksidan yang terbentuk, sebenarnya lebih besar dari dampak hidrokarbon sendiri.
  
Pemeriksaan udara Jalan Godean Yogyakarta
 
Pengambilan sampel udara Jalan Godean Yogyakarta

All crew

Kunjungan PKM ke Sukorejo

Melaksanakan Pendidikan Kesehatan Masyarakat di Dusun Deliksari, Sukorejo, Semarang

Tim PKM FKM Undip 2012




Sosialisasi tentang menu seimbang, door to door
Penempelan sticker

Berfoto dengan balita dusun Sukorejo

Keadaaan lingkungan dusun Sukorejo


And the last with arum

Senin, 04 Februari 2013

Temu Ilmiah Nasional Akademisi dan Praktisi K3

Sabtu, 12 Januari 2013

Hari ini aku diberi kesempatan untuk menjadi peserta sekaligus pemakalah dalam Seminar Nasional dan Temu Ilmiah Nasional akademisi dan praktisi di bidang K3 di S2 Ilmu Kesehatan Kerja, Fakultas Kedokteran, Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Tema seminar nasional ini adalah “Penguatan Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Industri Bagi Tercapainya Kualitas Produk Barang dan Jasa yang Kompetitif”.

Menjadi peserta seminar selama 6 jam, bagiku tak membosankan karena topik bahasan K3 sangatlah menarik. Dimulai pembicara dari industri pertambangan, industri makanan dan minuman, industri tekstil, rumah sakit, dan jasa transportasi. Setelah itu kesempatan berhargaku untuk mempresentasikan hasil penelitian tentang K3 yang berjudul "Faktor-faktor yang Mempengaruhi Frekuensi Kecelakaan Kerja di Industri Tekstil dan Garmen Kabupaten Sleman Yogyakarta". Aku menguatkan diri untuk menahan grogi didepan para penguji terutama profesor-profesor. Dengan penuh percaya diri bermodal Amd. KL aku mempresentasikannya didepan para penguji dan pemakalah lain yang bergelar S1, S2, bahkan S3.

Sungguh pengalaman luar biasa yang mengisi coretan buku putihku. Semoga bisa bermanfaat dan terus dapat mengembangkannya.
Anita Dwi Nurjanah bersama Bapak Yamtana, SKM, M.Kes Dosen JKL Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Jumat, 25 Januari 2013

Dibalik ibukota provinsi yang megah

Dusun Deliksari, Sukorejo, Kota Semarang.
Sebuah daerah di pinggiran kota yang jauh dari perhatian. Yang menjadi sorotan utama adalah masalah sanitasi. Wajar saja karena daerah ini kurang tersentuh.

Air bersih


Dalam satu dusun hanya ada satu sumber air sumur yang digunakan oleh semua warga Deliksari, merekapun harus mengangkut air dari sumur ke rumah masing-masing saat musim hujan. Berbeda saat musim kemarau mereka harus menunggu pasokan air dari PDA berasal dari luar daerah melalui tangki-tangki air, itupun jumlahnya terbatas harus bisa dibagi rata pada semua warga. Kualitas air sumur pun tidak diketahui karena tidak adanya pemeriksaan air secara periodik.

Sampah

Sebagian besar warga masih membuang sampah pada pekarangan kosong disebelah rumahnya. Kebiasaan tersebut didukung dengan tidak adanya petugas pengangkut sampah yang mengambil sampah dan mengangkut sampah menuju tempat pembuangan akhir (TPA). Sehingga warga terus membuang sampahnya sembarangan tanpa memperhatikan dampaknya bagi kesehatan.

Sungguh keadaan yang memprihatinkan. Butuh promosi kesehatan agar masyarakat dapat mengetahui tentang kesehatan lingkungan dan dampaknya bagi kesehatan dan didukung dengan bantuan pemerintah terhadap sarana dan prasarana kebersihan.

Rabu, 23 Januari 2013

Sampah Bukan Sumber Musibah



Pemakaian barang ataupun bahan oleh manusia tidak selalu terpakai habis, walaupun terpakai habis, akhirnya bila bahan tersebut digunakan atau dimakan akan menghasilkan bahan buangan. Pada awal kehidupan manusia sampah belum menjadi suatu masalah, tetapi dengan bertambahnya penduduk dengan ruang untuk hidup tetap, maka makin hari menjadi masalah yang cukup besar. Hal ini jelas bila kita lihat modernisasi kehidupan, perkembangan teknologi sehingga meningkatkan aktivitas manusia. Sehubungan dengan kegiatan manusia, maka permasalahan sampah akan berkaitan baik dari segi sosial, ekonomi, dan budaya.
Kesehatan seseorang maupun masyarakat merupakan masalah sosial yang saling berkaitan antara komponen-komponen yang ada di dalam masyarakat. Sampah sendiri, bila diamankan tidak menjadi potensi-potensi yang berpengaruh terhadap lingkungan. Namun demikian sering kita temui bahwa sampah tidak berada pada tempat yang menjamin keamanan lingkungan. Sampah yang kurang diperhatikan tersebut dapat befungsi sebagai tempat berkembangnya serangga ataupun binatang mengerat yang dikenal sebagai vektor penyakit menular. Di samping itu sampah dapat menimbulkan pencemaran udara, air, maupun tanah yang secara langsung atau tidak langsung berpengaruh terhadap kesehatan lingkungan.
Secara umum pembuangan sampah yang tidak memenuhi syarat kesehatan lingkungan akan dapat mengakibatkan tempat berkembang dan sarang dari pada serangga dan tikus, menjadi sumber pengotoran tanah sumber-sumber air permukaan tanah/air dalam tanah maupun udara, dan menjadi sumber dan tempat hidup dari kuman- kuman yang membahayakan kesehatan.
Bertambahnya penduduk dan berubahnya pola konsumsi masyarakat menyebabkan bertambahnya volume, jenis, dan karakter sampah. Berdasarkan data statistik persampahan di Indonesia tahun 2008, sistem penanganan sampah setelah sampah dikumpulkan masyarakat dari permukiman jumlah sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah sebesar 11,6 juta ton/tahun, ditimbun 1,6 juta ton/tahun, dibuat kompos 1,2 juta ton/tahun, dibakar 0,8 juta ton/tahun, dan sampah yang dibuang ke sungai 0,6 juta ton/tahun.
Berdasarkan data statistik persampahan Indonesia tersebut menunjukkan bahwa sebagian masyarakat masih memandang sampah sebagai barang sisa yang tidak berguna, belum membei nilai sebagai sumberdaya yang bisa dimanfaatkan. Masyarakat dalam mengelola sampah masih bertumpu pada pendekatan akhir yaitu sampah dikumpulkan, diangkut, dan dibuang ke tempat pemrosesan akhir sampah.
Sistem yang dilakukan selama ini belum menyelesaikan masalah sampah, akan tetapi dapat menimbulkan masalah baru di tempat lain, karena TPA sudah tidak dapat menampung lagi sampah yang dihasilkan oleh masyarakat. Timbunan sampah dengan volume yang besar di lokasi TPA berpotensi melepas gas metan (CH4) yang dapat meningkatkan emisi gas rumah kaca dan memberikan kontribusi terhadap pemanasan global. Selain itu menyebabkan masyarakat menjadi resisten terhadap TPA karena dianggap menimbulkan polusi dan merugikan. Bau yang tak sedap dari sampah, banyaknya lalat, adanya lindi, dapat berdampak pada gangguan kesehatan masyarakat sekitar dan munculnya pencemaran tanah serta pencemaran air.
Oleh karena itu perlu adanya sistem pengelolaan sampah dengan tetap berpedoman pada 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang diterapkan melalui berbagai inovasi sehingga dapat diterapkan di masyarakat. Dengan demikian dapat meminimalisir jumlah sampah yang ada di TPA.

Selasa, 20 November 2012

Peran Sarjana Kesehatan Masyarakat

Paradigma sakit yaitu kesehatan hanya dipandang sebagai upaya menyembuhkan orang sakit dimana dilakukan oleh dokter sebagai tenaga medis kepada pasien. Paradigma sehat yaitu upaya kesehatan untuk menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan individu ataupun masyarakat.

Penyembuhan pasien dengan peranan dokter, perawat, dan tenaga medis lainnya sangat mendominasi di negara berkembang. Dengan upaya tersebut jelas sekali memerlukan financial yang cukup tinggi sehingga dapat merugikan negara. Sehingga anggaran untuk meningkatkan derajat kesehatan melalui progra promosi dan promotif dikurangi secara signifikan. Akibatnya banyak masyarakat yang kekurangan gizi, biaya berobat ke puskesmas meningkat, dan pencemaran lingkungan yang tidak terkendali serta dampak lain yang merugikan masyarakat.

Peranan seorang Sarjana Kesehatan Masyarakat adalah memegang kendali dominan dibandingkan dengan seorang dokter sebagai tenaga medis. untuk meningkatan derajat kesehatan seharusnya pemerintah menaruh perhatian besar akar masalahnya dan selanjutnya melaksanakan upaya pencegahan. sehingga upaya kesehatan difokuskan pada upaya preventif (pencegahan) bukan kuratif (pengobatan).

Minggu, 21 Oktober 2012

Bahaya Kesehatan Dibalik Kelezatan Mie Soun



 
Mie soun adalah sejenis makanan yang mempunyai tampilan seperti tali senar raket tenis, merupakan bagian terpenting dari berbagai makanan seperti bakso, soto, resoles, bakwan. soup, dan beberapa jenis makanan lainnya. Soun merupakan produk pangan yang mempunyai bentuk hampir sama dengan mie yang menyerupai benang atau tali senar. Bahan baku pengolahan berasal dari aci sagu. 

Pengolahan soun terdiri dari pencucian bahan baku, pemasakan, pencetakan, dan pengeringan. Pencucian bahan baku mempunyai fungsi menghilangkan kotoran-kotoran seperti partikel non tepung, dan asam organik. Pencucian dilakukan dengan cara menambahkan air ke dalam aci sagu  yang ditempatkan di dalam bak kemudian diremas-remas, dan diendapkan.

Proses pencucian aci sagu
Pencucian aci sagu menggunakan penambahan kaporit agar aci sagu dapat lebih putih. Penggunaan kaporit ini tidak melalui takaran yang sesuai karena hanya bertujuan untuk membuat mie tampil lebih bersih tanpa memperhatikan dampak pada kesehatan konsumen. 

Proses Pencetakan

Proses Penjemuran

Dari berbagai studi, ternyata orang yang mengkonsumsi klorin memiliki kemungkinan lebih besar untuk terkena kanker kandung kemih, dubur ataupun usus besar. Sedangkan bagi wanita hamil dapat menyebabkan melahirkan bayi cacat dengan kelainan otak atau urat saraf tulang belakang, berat bayi lahir rendah, kelahiran prematur atau bahkan dapat mengalami keguguran kandungan. Selain itu pada hasil studi efek klorin pada binatang ditemukan pula kemungkinan kerusakan ginjal dan hati.

Nah, teman-teman sekarang tahu kan mie soun yang sering kita konsumsi ternyata berbahaya bagi kesehatan? Mulai sekarang kurangi konsumsi mie soun, dan juga banyak minum air putih ya!
Mie Soun

Perlahan Mimpiku jadi Kenyataan (Part 2)


Dulu, setiap kali aku mengikuti sebuah acara, aku selalu kagum dengan suara merdu dan kata-kata dari seorang MC, tak jarang bulu kudukku berdiri ketika mendengar suaranya. Aku sangat mendambakan sekali bisa menjadi seorang MC. Sampai ada pelatihan MC pun aku tak pernah melewatkannya.
Ternyata mimpi itu bisa terwujud ketika aku terus berusaha keras ingin mendapatkannya. Alhamdulillah, untuk kesekian kalinya aku dapat mengembangkan sebagai Master Of Ceremony (MC) dalam Seminar Nasional. Bertambah lagi pengalaman baruku berbicara meimpin sebuah acara besar. Tak hanya itu, aku bangga karena telah dipercaya oleh teman-temanku menjadi MC dibeberapa acara baik yang diadakan oleh BEM JKL maupun yang diadakan oleh JKL Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
Dan aku mengenal seorang motivator, pesannya untukku banyak-banyaklah membaca bila ingin menjadi public speaking profesional.


Bergabung dan menjadi bagian dari organisasi kampus BEM JKL, SKI At Taqwa, Bank Sampah, dan UKM Tari tak membuatku rugi, walaupun banyak teman yang mengatakan "Mengapa susah-susah mengikuti organisasi padahal tugas kita sebagai mahasiswa sudah terlalu banyak?". Aku tak pernah menghiraukannya, semua yang dilakukan dengan ikhlas pasti membuahkan hasil yang positif. Dengan adanya kata-kata itu aku akan menunjukkan bahwa aktif menjadi pengurus organisasi tidak akan mengganggu kewajibanku sebagai mahasiswa. Alhamdulillah sampai semester 6 indeks prestasi yang kudapatkan selalu diatas 3,7.


Tak kusangka sebelumnya, dengan pencapaian indeks prestasi, organisasi, dan hobi tariku akhirnya aku dapat membantu biaya kuliahku dengan mendapat beasiswa berprestasi setiap tahun dari Dana Dikti Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Pencapaian ini juga mengantarkanku menjadi mahasiswa berprestasi I JKL Poltekkes Kemenkes Yogyakarta tahun 2011.

September 2011 aku bersama rekan-rekanku menyusun sebuah proposal untuk mengikuti Lomba Inovasi Mahasiswa Tingkat Provinsi DI Yogyakarta. Lomba inovasi makanan tradisonal dengan bahan utama suweg ini mengantarkan kami menjadi nominasi 3 besar.

Jumat, 19 Oktober 2012

Sambutan di Hari Wisudaku



Selamat pagi,
Assalamualaikum Wr Wb

Yang terhormat Kepala Badan PPSDM Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Yang kami hormati
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DIY 
Direktur RS dr.Sardjito Yogyakarta atau yang mewakili
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Gunung Kidul, Bantul, Kulon Progo dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta atau yang mewakili 
Direktur RSUD Sleman, Wonosari, Panembahan Senopati Bantul, Wates, Rumah Sakit Jogja atau yang mewakili
Pimpinan Sekolah Tinggi/Akademi Kesehatan di Yogyakarta atau yang mewakili 
Direktur, Pembantu Direktur I, II,  III Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
Para Ketua Jurusan, Ketua Program Studi, Dosen dan Karyawan di lingkungan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
Kepala Puskesmas mitra kerja Poltekkes Kemenkes Yogyakarta 
Bapak – Bapak Rohaniawan 
Bapak/Ibu tamu undangan 
Bapak/Ibu orang tua/wali, serta wisudawan/wati yang berbahagia
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan taufik serta hidayahNya kepada kita semua sehingga pada hari ini kita dapat menghadiri wisuda sebagai Ahli Madya Kesehatan bagi Program Studi Diploma III dan wisuda sebagai Sarjana Sains Terapan bagi Program Studi Diploma IV.

Hari ini adalah sebuah hari yang kami nantikan bersama, di mana pada hari ini kami telah menyelesaikan suatu tugas belajar di kampus tercinta ini. Tak terasa waktu yang tidak singkat dan perjuangan yang luar biasa untuk menghantarkan kami sampai pada hari ini. Selangkah demi selangkah kami maju, menapaki berbagai rintangan dan tantangan menentukan gerak langkah, menentang asa untuk mewujudkan cita-cita. Puji Syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena masih menjaga kami semua dengan segenap impian-impian besar sehingga kami menjadi wisudawan dan wisudawati.

Masih ingat dibenak kami ketika mendaftar di Poltekkes Kemenkes Yogyakarta ini. Betapa banyak hal yang telah kami lalui dalam proses pembelajaran, sampai  akhirnya kami dapat menyelesaikan tahapan jenjang pendidikan ini. Sungguh sebuah predikat yang kami raih melalui proses dan perjalanan yang cukup panjang dengan segala dinamikanya. Yang kami peroleh hari ini bukanlah semata jerih payah dari diri kami sendiri, namun semuanya tidaklah lepas dari doa, dukungan, motivasi dari orang tua dan segenap civitas akademika Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Untuk itu sudah selayaknya kami mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada keluarga dan segenap civitas akademika Poltekkes Kemenkes Yogyakarta yang telah tulus ikhlas mengorbankan tenaga, pikiran, kadang air mata demi kemajuan dan keberhasilan kami. Kami sangat berterima kasih kepada direktur dan jajarannya, serta Ketua Jurusan dan jajarannya yang telah banyak membantu kami dalam setiap hal dan menyediakan fasilitas kami untuk belajar dan telah menjadikan kami memiliki sebuah keluarga besar yang teramat kami cintai dan teramat kami bangga atasnya. Kepada Bapak dan Ibu Dosen yang telah membimbing dan memberikan ilmu kepada kami, serta para instruktur yang dengan tulus memberikan pengalamannya kepada kami. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa menyayangi beliau sebagaimana beliau menyayangi kami.

Bapak Ibu dan Saudara sekalian,
Selama proses pendidikan, kami menyadari betapa pentingnya keseimbangan kecerdasan intelektual, emosi, dan spiritual. Banyak hal yang kita lalui dengan sukses karena kita memelihara hubungan yang baik dengan banyak orang. Mudah-mudahan ini menjadi bekal kita dalam humanisasi dan aplikasi visi misi kita baik sebagai alumni Poltekkes Kemenkes Yogyakarta maupun sebagai tenaga kesehatan di masyarakat.

Bapak Ibu dan Saudara sekalian
Pada hari ini, tidak hanya rekan-rekan wisudawan/wati yang dapat tersenyum tetapi lihatlah orang-orang yang berada di samping kanan dan kiri kita yang selama ini berjuang untuk membiayai kita, beliau telah dapat tersenyum bahagia. Karena pada hakikatnya apa yang menjadi kebahagiaan kita adalah sebuah kebahagiaan yang besar bagi beliau. Kita patut bersyukur dan bangga telah menyelesaikan salah satu amanah dari beliau. Senyuman beliau adalah sebagian kecil dari pada seluruh senyuman yang kita harapkan. Lihatlah disana sebagian besar dari bangsa kita pada hari ini masih banyak yang menangis, masih banyak yang bersedih atas berbagai masalah yang mereka hadapi. Maka tugas kita setelah ini adalah membuat bangsa ini tersenyum. Tersenyum atas karya dan kontribusi kita kepada mereka sehingga tercapailah apa yang mereka harapkan dari kita sebgai putra-putri terbaik bangsa.

Rekan-rekan Wisudawan dan wisudawati
Hari ini bukanlah akhir dari perjuangan kita
Hari ini bukanlah akhir dari mimpi kita
Hari ini adalah awal dari perjuangan lain yang telah menanti kita dan Hari ini adalah tentang masa depan. Dimana yang kita bicarakan adalah bukan kita sebagai penonton masa depan. Tetapi kita adalah pemain masa depan kita. Dengan kerja keras dan tanggungjawab sesuai keilmuwan yang kita dapatkan di Poltekkes kemenkes Yogyakarta maka kita tidak hanya akan menghadapi masa depan, tetapi kita menjadi masa depan untuk hadir menjawab tantangan dalam memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan yang berkualitas, profesional, dan mampu go internasional.

Bapak Ibu dan Saudara sekalian
Sebelum mengakhiri sambutan ini perkenankanlah kami mengutipkan kalimat:
“Orang yang terbaik di sisi Alloh adalah orang yang bermanfaat bagi sesama.”
“Orang yang hidup untuk dirinya sendiri akan hidup sebagai orang kerdil dan mati sebagai orang kerdil. Orang yang hidup bagi orang lain akan hidup sebagai orang besar dan mati sebagai orang besar. “

Demikian sambutan yang dapat kami sampaikan atas nama perwakilan wisudawan//wati. Apabila ada kesalahan kami mohon maaf atas segala kekurangan yang sebesar-besarnya. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu memberkahi  kita semua.

Wassalamualaikum Wr Wb.
Diberdayakan oleh Blogger.
 

Blogger news

Cari Blog Ini