Halaman

Tampilkan postingan dengan label Kesling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesling. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Februari 2014

Inspeksi Sanitasi Sarana Penyediaan Air Bersih (PAB)


Mengacu pada form inspeksi sanitasi sarana penyediaan air bersih dari Kantor Kesehatan Pelabuhan maka yang dilakukan diagnosa khusus adalah sarana penyediaan air bersih tentang risiko pencemaran. Agar resiko pencemaran dinilai rendah maka perlu hasil penilaian tersebut harus memiliki diagnosa yang baik. Diantara diagnosa tersebut adalah sebagai berikut :
  1. Apakah reservoir retak sehingga memungkinkan air/ rembesan masuk ke dalam bangunan?
  2. Apakah bagian atas reservoir kotor, banyak debu, dan berlumut?
  3. Apakah lobang pengisi air/ mainhole tidak tertutup rapat/ terkunci sehingga mudah terbuka?
  4. Apakah ada genangan limbah cair tumpukan sampah, pestisida dan jenis sampah lainnya di sekitar reservoir?
  5. Apakah dalam reservoir terdapat endapan berupa lumpur dan karat?
  6. Apakah air reservoir juga digunakan oleh masyarakat dengan cara diciduk langsung dari lubang reservoir?
  7. Apakah di sekitar lokasi reservoir terdapat binatang (ternak dan binatang pengganggu lainnya)?
  8. Apakah ada kebocoran pada pipa yang menghubungkan antara reservoir-mesin pompa-hydrant?

Diagnosa diatas yaitu eservoir tidak boleh retak karena berisiko memungkinkan terjadinya rembesan air masuk ke dalam bangunan penyediaan air bersih sehingga menyebabkan pencemaran. Bagian atas reservoir tidak boleh kotor, tidak banyak debu, dan tidak berlumut dikarenakan dapat masuk ke penampungan air bersih yang menyebabkan menurunnya kualitas air bersih yang ditampung. Selain itu lobang pengisi air/ mainhole harus tertutup rapat dan terkunci sehingga susah terbuka agar tidak terjadi pencemaran bahan asing dari luar yang masuk ke dalam penampungan. Tidak ada genangan limbah cair, tumpukan sampah, pestisida, dan jenis sampah lainnya di sekitar reservoir agar tidak mengganggu estetika dan tidak teradi rembesan ke penampungan yang dapat mengakibatkan pencemaran dan menurunnya kualitas air bersih. Reservoir juga tidak boleh terdapat endapan berupa lumpur dan karat karena dapat menurunkan kualitas air bersih yang ditampung. Selain itu reservoir tidak boleh digunakan oleh masyarakat dengan cara diciduk langsung dari lubang reservoir karena kemungkinan dijamah langsung dapat menimbulkan turunnya kualitas air bersih, misalnya air bersih menjadi kotor/ keruh. Di sekitar lokasi reservoir juga tidak diperbolehkan ada binatang seperti ternak dan binatang pengganggu lainnya karena keungkinan tinja kotoran binatang tersebut dapat mencemari air bersih. Diagnosa yang terakhir yaitu tidak ada kebocoran pada pipa yang menghubungkan reservoir dengan mesin pipa dan hydran. 
Cara penilainnya adalah jika jawaban ya sebanyak 5-8 maka skor risiko pencemaran tinggi dan jika jawaban ya 0-4 maka skor risiko pencemaran rendah. 
 

Senin, 20 Mei 2013

Apa Takakura?


Mr. Takakura bekerja mengolah sampah dengan membiakkan bakteri tertentu yang memakan sampah organik tanpa menimbulkan bau dan tidak menimbulkan cairan. Dalam penelitiannya Mr. Takakura mengambil sampah RT, kemudian sampah dipilah dan dibuat percobaan untuk menemukan bakteri yang sesuai untuk pengomposan tak berbau dan kering. Jenis bakteri dijadikan starter kit bagi keranjang Takakura. Hasil percobaan itu, menemukan “Takakura Home Method” atau Keranjang Takakura.

Prinsip Pembuatan Metode Takakura
1.      Mudah dimanfaatkan dan dapat dilakukan semua orang dewasa
2.      Untuk skala kecil (skala Rumah tangga)
3.      Dapat dikerjakan oleh semua kalangan
4.      Tidak memerlukan biaya besar, dan mudah di dapat dilingkungan sekitar.
5.      Tetap membutuhkan perawatan
6.      Mudah dipindah-pindah terutama rumah yang mempunyai lahan sempit.

Langkah-langkah Pembuatan Kompos
Alat
1.      Keranjang plastik berlubang ukuran 50 liter (dengan penutupnya)
2.      Kardus
3.      Bantalan sekam dua buah/bantalan dari serabut kelapa
4.      Kain tipis/ kain kasa warna hitam sebesar tutup keranjang
5.      Isolasi dan tali untuk merekatkan kardus pada keranjang
6.      Cetok
7.      Gunting/pisau
8.      Timbangan
Bahan
1.      Kompos sebagai starter
2.      Air
3.      Sampah organik (sampah rumah tangga).

Keranjang Takakura dirancang terutama untuk mengolah sampah sisa-sisa makanan,termasuk berbagai sisa bahan pada saat memasak. Contoh Jenis-jenis sampah organik yang dapat dimasukkan :
1.    Sampah sayur baru & sisa sayur basi
2.    Sisa nasi basi & sisa makan pagi, siang ataupun malam
3.    Sampah buah (anggur, kulit jeruk, apel dll) kecuali kulit buah yang keras
4.    Sampah ikan laut atau ikan tawar dan daging dapat diolah tapi jumlahnya jangan sampai terlalu banyak.
Bila sampah berupa sisa nasi atau sampah lain yang berkuah, tiriskan terlebih dahulu.

Cara Kerja :
1.      Persiapkan wadah atau keranjang berukuran 40 liter atau yang sekiranya cukup untuk menampung sampah. Pilih keranjang yang berlubang pada sisinya guna memperlancar sirkulasi udara dalam keranjang. Tempatkan pada tempat yang teduh, tidak kena hujan dan sinar matahari langsung serta memiliki sirkulasi udara yang baik.
2.      Letakkan penyangga (batu bata atau bisa yang lain) pada bagian bawah keranjang agar aliran udara bisa masuk.
3.      Masukkan sekam kedalam suatu wadah dan tempatkan pada bagian bawah keranjang, berfungsi untuk menyerap air, mengurangi bau dan mengontrol udara agar mikroba berkembang dengan baik.
4.      Cari kardus bekas masukan kedalam keranjang di atas bantalan sekam untuk menampung bahan-bahan yang akan dikomposkan.
5.      Isi wadah dengan starter atau kompos kurang lebih setebal 5 cm. Kompos berfungsi sebagai starter proses pengomposan karena di dalamnya terkandung mikroba-mikroba pengurai.
6.       Masukkan bahan yang akan dikomposkan. Bahan-bahan yang akan dikomposkan sebelum dimasukkan ke keranjang harus dipotong kecil-kecil ukuran 2 cm x 2 cm. semakin kecil ukuran akan semakin cepat terurai.
7.      Aduk-aduklah setiap selesai memasukkan bahan-bahan yang akan dikomposkan. Bila perlu tambahkan selapis kompos yang sudah jadi.
8.      Keranjang takakura siap digunakan untuk menampung limbah organik rumah tangga Anda

Pengontrolan :
1.      Kondisi kompos campuran tidak terlalu kering atau basah
2.      Jika terlalu kering maka tambahkan air (sebaiknya air cucian beras karena mengandung nutrisi yang diperlukan oleh mikroorganisme)
3.      Jika terlalu basah, cukup diaduk-aduk
4.      Letakkan keranjang Takakura di tempat yang terhindar dari sinar matahari langsung.
5.      Pengomposan dikatakan benar bila terasa hangat, suhu ± 60°C

Selasa, 20 November 2012

Peran Sarjana Kesehatan Masyarakat

Paradigma sakit yaitu kesehatan hanya dipandang sebagai upaya menyembuhkan orang sakit dimana dilakukan oleh dokter sebagai tenaga medis kepada pasien. Paradigma sehat yaitu upaya kesehatan untuk menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan individu ataupun masyarakat.

Penyembuhan pasien dengan peranan dokter, perawat, dan tenaga medis lainnya sangat mendominasi di negara berkembang. Dengan upaya tersebut jelas sekali memerlukan financial yang cukup tinggi sehingga dapat merugikan negara. Sehingga anggaran untuk meningkatkan derajat kesehatan melalui progra promosi dan promotif dikurangi secara signifikan. Akibatnya banyak masyarakat yang kekurangan gizi, biaya berobat ke puskesmas meningkat, dan pencemaran lingkungan yang tidak terkendali serta dampak lain yang merugikan masyarakat.

Peranan seorang Sarjana Kesehatan Masyarakat adalah memegang kendali dominan dibandingkan dengan seorang dokter sebagai tenaga medis. untuk meningkatan derajat kesehatan seharusnya pemerintah menaruh perhatian besar akar masalahnya dan selanjutnya melaksanakan upaya pencegahan. sehingga upaya kesehatan difokuskan pada upaya preventif (pencegahan) bukan kuratif (pengobatan).
Diberdayakan oleh Blogger.
 

Blogger news

Cari Blog Ini