Halaman

Tampilkan postingan dengan label Sampah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sampah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Juni 2013

Bank Sampah Permata Lingkungan

 
Bank Sampah Permata Lingkungan
Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
Jalan Tatabumi Nomor 3 Banyuraden gamping Sleman Yogyakarta

Pilah sampahmu, Tabung sampahmu!
Sampah bukan masalah karena dari sampah bisa menjadi berkah

Buang sampah sesuai pada tempatnya
Tempat sampah sesuai dengan jenis sampahnya

Bawa sampah ke bank sampah dan tabung sampahmu
Teler akan melayani dengan baik hati

Sampah sudah ditabung
Bank sampah Permata lingkungan
 Bergerak melayani membatu melestarikan bumi ini.
Go green with us today and forever!

Minggu, 17 Februari 2013

Tentang Kompos

Aktifitas manusia menghasilkan sampah yang harus dikelola agar tidak mencemari lingkungan. Sampah di sungai mengganggu keseimbangan ekologi dan terjadinya pendangkalan sungai. Pengolahan sampah organik dengan cara pengomposan merupakan proses pelapukan/ dekomposisi secara biologis dengan bantuan bakteri, baik secara aerobik maupun anaerobik untuk mendapatkan pupuk organik (humus). Di dalam tanah, humus merupakan bahan yang berfungsi dalam mengatur kondisi tanah (soil conditioning) untuk keperluan pertanian.  

Kompos di dalam tanah merupakan bahan yang sangat bermanfaat untuk persediaan nutrisi bagi tanaman. Hubungan kompos dengan kesuburan tanah yaitu :
  1. Memperbesar daya ikat tanah berpasir.
  2. Memperbaiki suhu tanah agar selalu stabil.
  3. Meningkatkan daya ikat tanah terhadap unsur hara.
  4. Memperbesar  struktur tanah berlempung.
  5. Meningkatkan kemampuan tanah dalam menampung air.
  6. Mengikat pupuk buatan, sehingga tidak mudah menguap dan larut dalam air.
 
Perubahan jasad renik pada proses pengomposan sampah organik yaitu :
1.      Peruraian hidrat arang dan sellulosa menjadi CO2 dan air.
2.      Peruraian zat putih telur menjadi amoniak (NH4), CO2 dan air.
3.      Unsure hara (NPK) akan terlepas kembali bila jasad renik mati.
4.      Pembebasan unsur-unsur hara dari senyawa organic menjadi senyawa anorganik.
5.      Perubahan lemak dan zat lilin menjadi CO2 dan air.

Adanya penguapan zat arang ke udara, mengakibatkan penurunan volume kompos (volume menjadi 1/3 volume awal). Agar proses pembuatan kompos sampah organic mendapatkan hasil yang optimal, maka terdapat beberapa factor yang harus diperhatikan yaitu:
1.      Pemotongan bahan 2,5 – 7,5 cm.
2.      Penggunaan stater/ innoculant/ aktifator : untuk mempercepat waktu pengomposan.
3.      Pengadukan/ pembalikan.
4.      Kelembapan antara 50%-60%, optimal 55%.
5.      Suhu optimal 45 0C – 55 0C.
6.      pH 7,5 – 8,5
7.      C/N rasio bahan 35-50; C/N rasio kompos 10-12.

Proses pengomposan sampah organic dikatakan selesai (kompos matang), dengan kriteria sebagai berikut :
1.      Bentuk fisik menjadi hancur.
2.      Warna cokelat kehitaman.
3.      Tidak berbau busuk (seperti bau tanah).
4.      Volume menyusut menjadi 1/3 volume awal.
5.      Suhu stabil mendekati suhu ruangan.
6.      C/N rasio antara 10-12.

Kamis, 14 Februari 2013

Berkunjung ke TPA Piyungan



Luas lahan TPA Piyungan adalah 12,5 ha yang terbagi menjadi dua yaitu : untuk perkantoran seluas 2,5 ha dan untuk sistem operasional sampah termasuk didalamnya yaitu bak-bak pengolahan seluas 10 ha.

Keadaan lingkungan di sekitar TPA Piyungan
TPA ini berdiri pada tahun 1995, yang diperkirakan mampu beroperasional sekitar 10-15 tahun. Untuk setiap satu tahunnya TPA ini membutuhkan  biaya sekitar 1 M yang digunakan untuk operasional alat, pembelian alat berat, dan separepartnya.
TPA Piyungan tampak dari atas
Jumlah pegawai yang bekerja di TPA ini yaitu 34 orang yang berasal  dari daerah Sleman, Bantul, dan Yogyakarta.
Tempat Pengelolaan Leachet TPA Piyungan

All crew Kunjungan TPA Piyungan
Diberdayakan oleh Blogger.
 

Blogger news

Cari Blog Ini