Halaman

Tampilkan postingan dengan label BEM JKL 2011. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BEM JKL 2011. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Juni 2013

Bank Sampah Permata Lingkungan

 
Bank Sampah Permata Lingkungan
Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
Jalan Tatabumi Nomor 3 Banyuraden gamping Sleman Yogyakarta

Pilah sampahmu, Tabung sampahmu!
Sampah bukan masalah karena dari sampah bisa menjadi berkah

Buang sampah sesuai pada tempatnya
Tempat sampah sesuai dengan jenis sampahnya

Bawa sampah ke bank sampah dan tabung sampahmu
Teler akan melayani dengan baik hati

Sampah sudah ditabung
Bank sampah Permata lingkungan
 Bergerak melayani membatu melestarikan bumi ini.
Go green with us today and forever!

Minggu, 21 Oktober 2012

Perlahan Mimpiku jadi Kenyataan (Part 2)


Dulu, setiap kali aku mengikuti sebuah acara, aku selalu kagum dengan suara merdu dan kata-kata dari seorang MC, tak jarang bulu kudukku berdiri ketika mendengar suaranya. Aku sangat mendambakan sekali bisa menjadi seorang MC. Sampai ada pelatihan MC pun aku tak pernah melewatkannya.
Ternyata mimpi itu bisa terwujud ketika aku terus berusaha keras ingin mendapatkannya. Alhamdulillah, untuk kesekian kalinya aku dapat mengembangkan sebagai Master Of Ceremony (MC) dalam Seminar Nasional. Bertambah lagi pengalaman baruku berbicara meimpin sebuah acara besar. Tak hanya itu, aku bangga karena telah dipercaya oleh teman-temanku menjadi MC dibeberapa acara baik yang diadakan oleh BEM JKL maupun yang diadakan oleh JKL Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
Dan aku mengenal seorang motivator, pesannya untukku banyak-banyaklah membaca bila ingin menjadi public speaking profesional.


Bergabung dan menjadi bagian dari organisasi kampus BEM JKL, SKI At Taqwa, Bank Sampah, dan UKM Tari tak membuatku rugi, walaupun banyak teman yang mengatakan "Mengapa susah-susah mengikuti organisasi padahal tugas kita sebagai mahasiswa sudah terlalu banyak?". Aku tak pernah menghiraukannya, semua yang dilakukan dengan ikhlas pasti membuahkan hasil yang positif. Dengan adanya kata-kata itu aku akan menunjukkan bahwa aktif menjadi pengurus organisasi tidak akan mengganggu kewajibanku sebagai mahasiswa. Alhamdulillah sampai semester 6 indeks prestasi yang kudapatkan selalu diatas 3,7.


Tak kusangka sebelumnya, dengan pencapaian indeks prestasi, organisasi, dan hobi tariku akhirnya aku dapat membantu biaya kuliahku dengan mendapat beasiswa berprestasi setiap tahun dari Dana Dikti Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Pencapaian ini juga mengantarkanku menjadi mahasiswa berprestasi I JKL Poltekkes Kemenkes Yogyakarta tahun 2011.

September 2011 aku bersama rekan-rekanku menyusun sebuah proposal untuk mengikuti Lomba Inovasi Mahasiswa Tingkat Provinsi DI Yogyakarta. Lomba inovasi makanan tradisonal dengan bahan utama suweg ini mengantarkan kami menjadi nominasi 3 besar.

Rabu, 26 September 2012

Perlahan Mimpiku Jadi Kenyataan (Part 1)

Setelah meninggalkan masa putih abu-abu, aku dituntut untuk menentukan pilihan masa depan. Aku memutuskan untuk kuliah di Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Menjadi anak perantauan yang jauh dari keluarga. Dengan tekad dan niat yang bulat kuucapkan Bismillah untuk menginjakkan kaki di kota pelajar ini. Aku berjanji akan bersunggung-sungguh menjaga amanah dari kedua orang tuaku dan AKU BERMIMPI SAAT STUDIKU SELESAI NANTI BELIAU BISA TERSENYUM BANGGA.
Kini aku menjadi mahasiswa baru di Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Yogykarta. Program Pengenalan Program Studi (PPS) yang dikenal dengan ospek kumanfaatkan sebaik mungkin agar aku bisa lebih berani. Aku salut dan kagum melihat kakak tingkatku yang menjadi seorang organisator yang cerdas. Saat itu juga aku menuliskan beberapa mimpiku untuk tiga tahun ke depan.
Saat mengikuti Program Pengenalan Studi (PPS)
AKU BERMIMPI BISA MENJADI SEORANG PENGURUS ORGANISASI DIKAMPUS. Alhamdulillah setelah melalui proses yang panjang aku diberi amanah menjadi WAKIL KETUA BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA (BEM) JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN TAHUN 2010.
Pengurus Harian BEM Jurusan Kesehatan Lingkungan 2010
Aku ingin tak hanya organisasi umum tetapi AKU JUGA BERMIMPI MENJADI BAGIAN DARI ORGANISASI ISLAM karena ilmu dunia harus seimbang dengan ilmu agama dan akhirnya aku dapat mewujudkan mimpi itu menjadi SEKRETARIS 1 PENGURUS SENTRA KEROHANIAN ISLAM POLTEKKES JOGJA.
Pengurus SKI At Taqwa 2010
Dengan modal bakatku sejak kecil yaitu tari, AKU BERMIMPI TERUS MENGEMBANGKAN BAKAT TARIKU selama aku masih kuat dan mampu. Pesan ayah yang tak pernah aku lupa "Kembangkan bakat itu asal jangan kamu jadikan profesimu karena itu akan menjadi kelebihanmu". Tidak kuduga aku bisa tampil di depan lingkungan baruku, menunjukkan kreativitas seni bersama teman-teman baruku.
Dies Natalies Poltekkes Kemenkes Yogyakarta 2010
Tak hanya itu aku bergabung di UKM TARI POLTEKKES JOGJA.
Kunjungan dari Poltekkes Makassar 2010
Puncak Acara Inagurasi PPS Poltekkes 2010
Sesuatu yang tak terlupakan buatku ketika kami penari dari UKM Tari Poltekkes Jogja diberi kesempatan untuk mempersembahkan Tari Nusantara di depan para pejabat Kementerian Kesehatan di Hotel Saphire Yogyakarta. 
Foto bersama Direktur Poltekkes

Kamis, 19 Januari 2012

Selamatkan Pencemaran Udara Penyebab Punahnya Bumi Dengan Sansiviera trifasciata


Udara merupakan salah satu contoh lingkungan fisik yang terdiri dari 78% Nitrogen, 20% Oksigen, 0,93% Argon, 0,03% Karbon Dioksida (CO2), dan sisanya berupa Neon (Ne), Helium (He), Methan (CH4), dan gas Hidrogen (H2). Apabila komposisi udara normal mengalami perubahan dan penambahan gas – gas lain yang menimbulkan gangguan kesehatan maka udara mengalami pencemaran (Soedomo, 2001).
Pencemaran udara sebagaimana tercantum dalam Undang – Undang No 23 Tahun 1997 adalah masuk atau dimasukkannya zat, energi, atau makhluk hidup ke dalam lingkungan udara oleh karena kegiatan manusia tau alam dan / atau perupahan tatanan yang menyebabkan turunnya kualitas udara sehingga tidak dapat berfungsi sebagaimana peruntukannya. Sumber pencemaran udara yaitu dari kegiatan alam (internal) dan faktor lain (eksternal) seperti transportasi kendaraan bermotor. Kota Yogyakarta yang mempunyai luas sekitar 32,5 km2 merupakan wilayah yang cukup padat dengan berbagai aktivitas yaitu pendidikan, usaha, pariwisata, kegiatan pabrik, dan kegiatan rumah tangga. Aktivitas – aktivitas tersebut menimbulkan dampak yaitu pencemaran udara yang ditimbulkan dari pergerakan manusia terutama transportasi.
Menurut sekretaris Balai Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Puji Astuti, hingga kini asap dari kendaraan bermotor masih menjadi penyebab utama polusi udara di Yogyakarta. Meningkatnya jumlah kendaraan bermotor di Kota Yogyakarta, berakibat pada memburuknya kualitas udara bahkan di titik tertentu sudah melebihi batas. 
Hasil uji udara ambien tahun 2010 di Jalan Godean KM 4,5 CO2 283985 gr/m3, NO2 0,28 gr/m3, SOx 0,8173 gr/m3, dan CO 0,238624 gr/m3. Sesuai Keputusan Gubernur Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta No 153 tahun 2002 tentang baku mutu udara ambien, yaitu CO yang diperbolehkan adalah 30.000 µg/m3. Dari data tersebut menunjukkan bahwa CO sudah melebihi Nilai Ambang Batas (NAB).
Dampak pencemaran udara tersebut adalah meningkatnya suhu lokal maupun global, penyakit pernafasan, meningkatnya timbal dalam darah, darah tinggi, gangguan jantung, dan penurunan IQ terutama pada anak. Karbon monoksida dan Hidrokarbon yang meningkat dapat menyebabkan berat badan bayi rendah dan meningkatkan kematian bayi serta kerusakan otak dan dalam jumlah yang kecil dapat menimbulkan gangguan jantung serta gerakan otot (Moore Curtis, 2007).
Pemerintah Kota Yogyakarta melalui BLH juga telah melakukan program Langit Biru yang bertujuan untuk mengendalikan dan mencegah pencemaran udara serta mewujudkan perilaku sadar lingkungan pada sumber pencemar terutama kendaraan bermotor yang jumlahnya terus meningkat. Namun program tersebut belum sepenuhnya dilakukan oleh masyarakat karena kurangnya kesadaran dalam melindungi bumi ini. Selain itu karena alasan untuk lebih cepat dan mudah dengan tetap menggunakan kendaraan bermotor, serta kurangnya lahan untuk melakukan program penghijauan di kota.
Menurut Murdoko (2007), tanaman hias lidah mertua (Sansevieria trifasciata) mengandung bahan aktif pregnane glikosid yang mampu mereduksi polutan menjadi asam organik, gula, dan senyawa asam amino. Tanaman ini banyak dijumpai di halaman rumah karena tanaman ini mudah dalam perbanyakan dan mudah didapatkan serta tidak membutuhkan air dalam jumlah yang banyak untuk tumbuh dan berkembang. Riset yang telah dilakukan oleh Wolverton Environmental Service menyebutkan bahwa sehelai daun Sansevieria trifasciata mampu menyerap formaldehid sebanyak 0,938 µg/jam.
Berdasarkan uraian tersebut, untuk memberikan alternatif yang mudah dalam pengendalian pencemaran udara dengan menggunakan tanaman hias lidah mertua (Sansevieria trifasciata ) maka penulis tertarik untuk mengangkat judul Selamatkan Udara yang dapat Menjadi Penyebab Punahnya Bumi dengan Sansevieria trifasciata. 

Pencemaran Udara
 Pencemaran udara terjadi apabila ada perubahan komponen udara normal dalam waktu dan konsentrasi tertentu yang dapat menimbulkan akibat buruk pada manusia, binatang, tumbuhan, dan benda lain. Salah satu sumber utama penyebab pencemaran udara yaitu emisi sumber pencemar bergerak atau kendaraan bermotor. Pertumbuhan jumlah kendaraan yang sangat pesat menyebabkan kemacetan lalu lintas bertambah sehingga menambah bahan pencemar di udara. Apalagi masyarakat banyak menggunakan bakar bensin (premium) daripada bensin tanpa timbal (pertamax karena alasan ekonomi lebih murah, padahal bensin mengandung timbal yang mencemari udara dan berdampak pada manusia yang menghirup udara tersebut.
Berikut ini perkiraan prosentase komponen pencemaran yang bersumber dari transportasi :
Tabel 1.    Perkiraan Prosentase Komponen Pencemaran Udara dari Kendaraan Bermotor di Indonesia
Komponen Pencemar
Prosentase
CO
70,50%
NOx
8,89%
SOx
0,83%
HC
18,34%
Partikel
1,33%
Sumber : Wardhana (2004)
Kendaraan bermotor mengeluarkan zat 0 zat berbahaya seperti timbal atau timah hitam (Pb), Suspended Particulate Matter (SPM), Nitrooksida (NOx), Hidrokarbon (HC), Karbon Monoksida (CO), dan Oksida Fotokimia (OX). Kendaraan bermotor menyumbang hampir 100% timbal, 13-44% Suspended Particulate Matter (SPM), 71-89% Hidrokarbon (HC), 34-73% Nitrooksida (NOx), dan hampir seluruhnya Karbon Monoksida (CO) (Soedomo, 2001).
Dampak pencemaran udara yaitu pada kesehatan dan lingkungan. Dampak kesehatan mengakibatkan penyakit ISPA (sesak napas, batuk, dan sakit pernafasan lainnya), meningkatnya timbal dalam darah (mengganggu fungsi ginjal, fungsi reproduksi pria, memicu asma dan kanker, darah tinggi, dan penurunan IQ pada anak), menurunkan berat badan bayi, meningkatkan kematian bayi, kerusakan otak, pusing, pingsan, penurunan kesadaran dan sistem kontrol syaraf, iritasi mata, ginjal, dan gangguan jantung bahkan dapat menyebabkan kematian. Dampak pada lingkungan dapat meningkatkan efek gas rumah kaca yang menjadi penyebab global warming.
Dengan mengetahui berbagai dampak dari pencemaran udara tersebut maka perlu dilakukan penanganan untuk mengurangi pencemaran udara di antaranya penanggulangan kemacetan lalu lintas melalui program seo segawe (sepeda kanggo sekolah lan nyambut gawe), uji emisi, penggantian bahan bakar premium menjadi pertamax, dan melaksanakan program penghijauan. Penanaman pohon berindang untuk mengurangi pencemar udara hanya dapat dilakukan di titik –titik yang memungkinkan dan mempunyai lahan yang cukup, sehingga tidak dapat ditanam di sepanjang jalan. Oleh karena itu diperlukan tanaman yang dapat menyerap gas pencemar udara yang dapat ditanam di semua tempat tanpa memerlukan lahan yang luas. 
Tanaman Sansevieria trifasciata
Berdasarkan bentuk daunnya tanaman Sanseviera atau yang dikenal di Indonesia bernama lidah mertua sebenarnya berasal dari Amerika Timur dengan jumlah lebih dari 600 spesies alami. Tanaman ini terbagi menjadi 2 jenis yaitu jenis yang berdaun panjang dimana daun tumbuh memanjang ke atas dengan ukuran 50-75 cm, memiliki daun yang meruncing seperti pedang dan jenis berdaun pendek melingkar dalam bentuk roset dengan panjang 8 cm dan lebar 3-6 cm. Kedua jenis ini berdaun tebal dan memiliki kandungan air sukulen, sehingga tahan kekeringan. Warna daunnya hijau dengan kombinasi putih kuning atau hijau kuning, dengan motif khasnya yang beralur mengikuti arah serat daun, namun ada pula yang tidak beraturan.
Klasifikasi Tanaman Sansevieria trifasciata dalam sistematika tumbuhan yaitu :
Kingdom       : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi  : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi             : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas            : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
 Sub Kelas    : Liliidae
Ordo             : Liliales
Famili            :
Agavaceae
Genus           :
Sansevieria
Spesies         : Sansevieria trifasciata
Tanaman Sansevieria trifasciata banyak tumbuh di Indonesia dan beradaptasi dengan baik di dataran rendah sampai dataran tinggi antara 600-1400 meter di atas permukaan laut, temperatur siang hari 20-22,5oC dan pada malam hari 15-17,5oC, tanaman ini dapat hidup dalam berbagai kondisi (Anonim, 2005).
Sansevieria trifasciata termasuk tanaman yang tahan banting sehingga tidak sulit untuk merawatnya. Sansevieria trifasciata termasuk tanaman hias.  Selain itu tanaman ini mudah didapatkan serta mudah diperbanyak. Sansevieria trifasciata tidak membutuhkan air dalam jumlah banyak untuk tumbuh dan berkembang karena tanaman ini paling tahan kering sehingga tidak perlu disiram setiap hari. Penelitian hidroponik sistem irigasi tetes untuk melihat kebutuhan air Sansevieria trifasciata pernah dilakukan, paling baik diberi air 20 mililiter/tanaman/minggu. Perbanyakan tanaman dapat dilakukan secara generatif dengan biji ataupun secara vegetatif dengan stek, pemisahan anakan, cabut pupuk, dan kultur jaringan (cloning) (Wijayani, 2007). 

Berdasarkan hasil penelitian Badan Penelitian Amerika Serikat (NASA) menyebutkan bahwa tanaman Sansevieria trifasciata mampu menyerap lebih dari 107 unsur polutan berbahaya yang ada di udara khususnya di daerah padat lalu lintas. Kemampuan menyerap zat polutan itu, dikarenakan adanya bahan aktif pregnane glikosid pada tanaman tersebut, yang berfungsi untuk mereduksi polutan menjadi asam organic, gula dan asam amino. Hasil penelitian lain menyebutkan bahwa satu helai daun tanaman Sansevieria trifasciata dapat menyerap 0.938 mikrogram per jam formalheid, suatu zat yang bila terakumulasi dalam tubuh dapat mengakibatkan kanker. 

Reaksi Pembersihan Udara oleh Sansevieria trifasciata
Tanaman Sansevieria trifasciata berupa daun yang merupakan proses fotosintesis. Permukaan atas daun tertutup selapis sel tunggal yang menyusun epidermis atas. Sel – sel ini sedikit atau tidak memiliki kloroplas. Karena itu agak transparan dan membiarkan sebagian besar cahaya yang mengenainya melewati sel – sel di bawahnya. Sel – sel tersebut juga mengeluarkan zat transparan seperti lilin yang dinamakan kutin. Bahan ini membentuk kutikula yang berfungsi sebagai penghalang lembab di permukaan atas daun tersebut, jadi mengurangi hilangnya air dalam daun.
Proses pembersihan udara dari gas beracun oleh Sansevieria trifasciata dilakukan pada saat tanaman ini fotosintesis. Tanaman ini menyerap polutan udara kemudian polutan direduksi oleh bahan aktif pregnane glikosid. Hasil dari proses fotosintesis berupa oksigen segar dan hasil uraian polutan menjadi asam organik, gula, dan senyawa asam amino. Dari persamaan fotosintesis :
6CO2 + 6H2O → C6H12O6 + 6O2
menunjukkan hubungan antara zat – zat yang dipakai dan dihasilkan dalam proses tersebut. Reaksi gelap dalam fotosintesis merupakan serangkaian reaksi yang melibatkan pengambilan CO2 oleh tumbuhan dan reduksi CO2 oleh atom hidrogen.
Tanaman Sansevieria trifasciata menyerap polutan melalui 2 tahap. Pertama, melalui proses penyerapan dan pemecahan. Tanaman menyerap senyawa organik melalui stomata bersamaan dengan proses respirasi, transpirasi, dan fotosintesis. Senyawa organik lalu dipecah menjadi ion yang dapat diserap oleh jaringan tanaman. Kedua, saat pelepasan oksigen berlangsung, senyawa racun yang menumpuk di jaringan akar ikut dilepas ke udara (Lanny, 2005). Hasil penelitian sejenis dilakukan oleh Wolverton Environmental Service yang menyebutkan bahwa sehelai daun Sansevieria trifasciata mampu menyerap formaldehid sebanyak 0,938 µg/jam.

Rabu, 18 Januari 2012

Thanks for all BEM JKL 2011

Dua tahun lamanya aku dan rekan-rekan seperjuanganku belajar dari mereka, kekompakan, kerja keras, tanggung jawab, komitmen, prestasi, pengalaman, dan percaya diri. Kini akhirnya periode kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan Kesehatan Lingkungan tahun 2011 telah berakhir. Muncullah sosok pemimpin baru yang akan menggantikan peran kami menjadi perwakilan mahasiswa yang akan mengembangkan organisasi ini. Awal tahun 2012 adalah awal revolusi baru bagi BEM JKL yang diubah menjadi HIMA JKL, revolusi tak hanya nama, namun revolusi pengurus yang lebih tangguh dan bertanggung jawab.

Sebuah organisasi akan terwujud dan terlihat keberadaannya bila kekompakan dan tanggung jawab pengurusnya dapat menjadi komitmen bersama. Itulah yang kami bina pada pengurus baru HIMA JKL 2012. Latihan Dasar kepemimpinan ini bisa dibilang acara baru yg berbeda dari beberapa tahun sebelumnya. Pelatihan semi militer yang dilakukan oleh Yonif 403 di Lapangan Tembak Sentolo Yogyakarta 7-8 Januari 2011 yang dilanjutkan dengan serah terima jabatan.
Terima kasih BEM Jurusan Kesehatan Lingkungan yang telah mewarnai goresan pengalaman hidup kami. Jayalah terus untuk bersama, suksek dan jaga kekompakan.

Selasa, 20 Desember 2011

Ready To Get The Great Job

Minimnya lapangan pekerjaan dan membanjirnya tenaga kerja menjadikan persaingan dalam memperoleh pekerjaan sangat kuat. Tuntutan pekerjaan di luar membuat kita sebagai calon tenaga kerja harus mampu memenuhinya.

Salah satu cara untuk mempersiapkan diri di dunia kerja nantinya adalah Pelatihan Kepribadian.
BEM Jurusan Kesehatan Lingkungan memfasilitasi para anggotanya yaitu mahasiswa jurusan untuk mengikuti Pelatihan Kepribadian dan Etika Profesi Sanitarian pada hari Minggu, 18 Desember 2011 di Auditorium Kampus Terpadu Poltekkes kemenkes Yogyakarta.
Materi pertama disampaikan oleh Bapak Kiki F. Wijaya tentang kepribadian, praktek menulis surat lamaran dan curiculum vitae.
Karakter Orang Sukses yaitu :
1. Menyadari kemuliaan dirinya dan bertanggungjawab atas hidupnya
2. Memilih pekerjaan sesuai dengan talenta dan minat pribadinya
3. Membangun strategi yang beragam dan kreatif dalam mewujudan tujuannya
4. Bersikap positif dan selalu belajar dari kegagalan
selanjutnya diteruskan dengan penulisan surat lamaran pekerjaan, curiculum vitae, dan praktek wawancara.
Materi kedua disampaikan oleh Bapak Jaka Widada selaku Sekretaris HAKLI Provinsi DI Yogyakarta HAKLI merupakan salah satu organisasi profesi yang bersifat terbuka dan independen. Anggota HAKLI adalah para ahli kesehatan lingkungan. Maka Organisasi tersebut dituntut memiliki etika profesi/ kode etik profesi. Kode etik sanitarian diatur di dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 373/Menkes/SK/III/2007 tentang Standar Profesi Sanitarian.
Panitia Pelatihan Kepribadian (BEM Jurusan Kesehatan Lingkungan) bersama Pembicara Bapak Kiki F. Wijaya
Panitia Pelatihan Kepribadian (BEM Jurusan Kesehatan Lingkungan) bersama Pembicara Bapak Kiki F. Wijaya

Jumat, 28 Oktober 2011

Setetes air berharga bagi mereka, warga Panggang Gunungkidul



Minggu, 9 Oktober 2011 kami mahasiswa Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta yang diwakili oleh BEM JKL dan sebagian mahasiswa D4 melakukan bakti sosial ke kecamatan Panggang, Gunung Kidul, DI Yogyakarta.
Daerah pegunungan yang kering dan transportasi sulit untuk datang ke tempat ini, jalan yang berliku dan naik turun membuat perjalanan kami menghabiskan waktu 3 jam dari kota Yogyakarta Di sepanjang perjalanan diselimuti pohon-pohon tinggi yang keringda ntanah dari bebatuan.
Petani adalah mata pencaharian sebagian besar warga panggang, bekerja penuh seharian dari pagi hingga sore. Sehingga sangatlah susah kami dari BEM JKL untuk bertemu dengan warga Panggang ini kecuali ibu rumah tangga yang tidak bekerja di kebun. Tidak ada sumber air bersih lain yang bisa mereka dapatkan saat musim hujankecuali dengan Penampungan Air Hujan (PAH). Bagaimanakan apabila musim kemarau?

Satu truk tangki air sangat berharga untuk mereka walaupun harus dibagi merata untuk beberapa kepala keluarga dalam satu desa. Kerukunan, saling menghormati, dan saling menerima itulah prinsip mereka, warga Panggang, Gunung Kidul. Kami salut kepada mereka, air adalah kebutuhan pokok manusia, kebutuhan utama yg sangat penting dibandingkan dengan yang lain. Bayangkan saja, cuci muka, sikat gigi, mandi, masak, semua kegiatan membutuhkan air.
Selama ini kita yang mendapatkan air berlimpah menggunakannya dengan boros dan membuang air begitu saja, bahkan untuk menutup kran air pun malas. Andaikan saja suatu ketika kita kekurangan air seperti yang dialami warga Panggang, apakah kebiasaan itu masih kita lakukan dan kita Cuma mengeluh?
Oleh karena itu manfaatkan setetes air! Hemat dala, pemakaian dan gunakan sesuai dengan kebutuhan.
Sebagai tugas kita, calon ahli kesehatan lingkungan, tidak ada salahnya mencari pemecahan masalah untuk Penyediaan Air Bersih di daerah kekeringan.


Kamis, 06 Oktober 2011

Serangkaian Acara Semarak HUT Kesehatan Lingkungan ke 28


Ayooo segera beli tiket di tempat - tempat pendaftaran terdekat ! ajak orang - orang disekelilingmu !
dapatkan doorprize yang menarik.
Presented by : BEM Jurusan Kesehatan Lingkungan 2011


Diberdayakan oleh Blogger.
 

Blogger news

Cari Blog Ini