Kamis, 03 Juli 2014
Selasa, 01 Juli 2014
Kupersembahan skripsi ini untukmu...
Dari semua telah Kau
tetapkan, hidupku dalam tanganMu
Dalam takdirMu, rencana
indah yang telah Kau siapkan
Bagi masa depanku yang
penuh harapan kesuksesan terpangku di pundak
Sebagai janji kepada
mereka, kini kupersembahkan karya ini
Terimakasihku tiada
terhingga untuk semua
Ayah dan Ibu tercinta
yang selalu jadikan setiap tetes keringatnya sebagai semangatku meraih
cita-cita dan selalu mengirim kekuatan lewat untaian kata serta iringan doa
padaku. Beliau yang tidak pernah mengeluh dalam mengantarku menuju gerbang masa
depan yang cerah
Kakak tersayang yang
selalu mendukungku untuk raih segenggam harapan dan impian menjadi kenyataan
Sahabat terbaik yang
menjadi cahaya hidupku yang senantiasa ada saat suka maupun duka, selalu setia mendampingi,
saat ku lemah tak berdaya, saat semangat itu hilang.
Teman-teman Kos Putri
Margoyoso 33 yang telah memberikan motivasi dan inspirasi, bersama kalian aku
belajar memaknai hidup
Teman-teman Peminatan
Kesehatan Lingkungan FKM Undip 2013 yang
telah memberikan semangat serta warna dalam kehidupanku
Untuk ribuan tujuan yang
harus dicapai, untuk jutaan impian yang akan dikejar, untuk sebuah pengharapan
agar hidup jauh lebih bermakna.
Teruslah bermimpi untuk
sebuah tujuan dengan sebuah tindakan nyata. Agar mimpi dan juga angan itu tidak
hanya menjadi sebuah bayangan semu
Akhir kata, diri ini
tiada apa-apa tanpa mereka,
Dan sujud syukurku
padamu Ya Rabb
Alhamdulillah
Anita Dwi Nurjanah-2014
Rabu, 28 Mei 2014
Aku Pergi Untuk Mengejar Cita-Cita
Kini saatnya meninggalkan Kota Semarang yang penuh kenangan.
Setahun yang lalu aku menjadi bagian dari Komunitas Mahasiswa Kesehatan Lingkungan FKM Undip ini yang sering dikenal dengan nama Convident. Mengenal teman-teman baru yang akan bersama menuntut ilmu di Peminatan Kesehatan Lingkungan. Kala itu aku mengenal hanya beberapa teman yang sangat ramah dan supel, hanya hitungan jari jumlahnya. Kemudian aku diajak bergabung oleh seseorang aktivis menjadi pengurus organisasi ini, tawaran tersebut kuterima. Akupun menjadi orang baru di tempat ini, banyak yang belum kenal, banyak yang masih canggung, banyak yang tidak menyapa, dan banyak yang cuek padaku.
Akupun diberi amanat, ketika itu mengurus beberapa kegiatan di komunitas ini. Lama-lama beberapa temanpun mengenalku. Alhamdulillah mulai disapa teman-teman ketika berangkat ke kampus, mulai dikenal dan mulai banyak yang ramah bertemu denganku. Dari sini aku merasa sangat nyaman dengan lingkungan ini. Menjadi koordinator acara dibeberapa kegiatan penelitian dan pengembangan membuatku semakin akrab dan dekat dengan teman-teman pengurus ini. Walaupun saat itu aku adalah satu-satunya mahasiswa Lintas Jalur yang bergabung mengurus organisasi bersama teman-teman mahasiswa reguler. Jiwaku masih muda, semangatku sama seperti mereka. Cuma selisih umur beberapa bulan saja. Mereka sudah kuanggap keluarga, seperti sahabat, seperti adik, seperti rekan kerja, dan seperti teman sepermainan.
Hingga saatnya masa skripsi tiba, kami sering berdiskusi dan belajar bersama membahas topik masing-masing. Dengan kegiatan ini kami bisa saling sharing dan membantu satu sama lain. Selain itu akupun dapat belajar beberapa topik yang bukan menjadi topik skripsiku. Kamipun semakin akrab dengan kebersamaan ini. Yang dulunya jarang tegur sapa pun sekarang banyak senyum ketika bertemu, dan sesekali menanyakan kabar skripsi temannya. Kerja keras untuk menggapai gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat mereka lalukan maksimal. Bekerja sama, saling mendukung, saling memberi motivasi, dan saling membantu kawannya.
Yaah inilah sahabat, keluargaku Convident 2013.
Kini, setelah tugas skripsiku selesai. Akupun harus meninggalkan kota Semarang ini, untuk melanjutkan perjuangan menggapai cita-citaku.
Aku terharu melihatmu menangis, aku senang menjadi sahabatmu. Luar biasa perjalanan ini, menemukan saudara dan keluarga.
Terimakasih Keluargaku
Terimakasih Sahabatku
Terimakasih atas Tawamu
Terimakasih atas Candamu
Terimakasih semua pertolonganmu
Terimakasih telah menjadi bagian dari hidupku
Maaf atas segala salahku
Maaf atas canda yang berlebihan
Maaf tidak bisa berikan yang terbaik untukmu
Hanya satu inginku, kita nanti akan bertemu di puncak kesuksesan!
Minggu, 11 Mei 2014
Abstract Penelitian Rotating Biological Contactors (RBCs)
THE EFFECT VARIATION OF DETENTION TIME IN ROTATING BIOLOGICAL
CONTACTORS (RBCs) PROCESSING UNIT WITH PVC MEDIA TO DECREASE CONCENTRATION OF
PHOSPHATE IN LAUNDRY WASTEWATER
Laundry wastewater contains
high concentration of phosphate but people discharge directly to river without
processing it before. Some Communal Waste Water Treatment Plant (WWTP) do not
receive laundry wastewater. The results of laboratory test showed that concentration
of phosphate in laundry wastewater was 20,48 mg/l. Thus, it can cause
environmental pollution, such as eutrophication. The research goal is to know the effect variation of detention
time 24, 48, and 72 hours in Rotating Biological Contactors (RBCs) processing
unit with PVC media to decrease concentration of phosphate in laundry
wastewater. This research type is experiment with pre test-post test design.The
object of this research is laundry wastewater Eng in Tembalang, Semarang. The
technical laboratory test of sample is using Vanadatmolybdate method and the
data analysis use One Way Anova test then it is continued with Post Hoc Test.
The result shows that average of phosphate concentration before processing is
18,73 mg/l, where is after processing within 24 hours is 7,25 mg/l, within 48
hours is 7,07 mg/l, and within 72 hours is 3,61 mg/l. Decreasing phosphate concentration
of laundry wastewater within 24 hours is 61,12%, within 48 hours is 62,07, and
within 72 hours is 80,51%. Statistical result by One Way Anova showed that
there is average difference from decreasing phosphate concentration in laundry
wastewater (p-value=0,002). It is suggested to use 72 hours detention time to
decrease concentration of phosphate as the decreasing effect is highest than
others, althought hasn’t fulfill the regulation.
Terasi nikmat dari pewarna tekstil
Inilah hasil jalan-jalanku ke pesisir Semarang tanggal 17 April 2014
Bagaimana menurut anda terasi
yang asli? Di koran dan televisi sering diberitakan bahwa terasi yang tidak
asli berwarna merah merona karena menggunakan pewarna tekstil, sedangkan yang
berwarna coklat adalah terasi asli karena warna dari bahan bakunya. Ternyata
ini tidak berlaku pada penemuan saya di produsen rumahan terasi di pesisir
pantai Kota Semarang.
Bagaimana terasi yang saya
temukan?
Dari segi warna coklat kemerahan
seperti warna terasi asli. Tetapi setelah saya telusuri, warna dari bahan baku
yaang digunakan setelah digiling adalah hijau kecoklatan. Kemudian bahan
tersebut mengalami pencampuran lagi dengan menggunakan air sebelum proses
pencetakan. Pada tahap ini sangat memprihatinkan sekali karena produsen menambahkan
pewarna tekstil dalam pencampuran bahan tersebut dengan air, sehingga warna
dari hijau kecoklatan berubah seketika menjadi merah kecoklatan. Setelah proses
ini selesai dilanjutkan dengan pencetakan dan penjemuran. Saat penjemuran
terasi dijemur terbuka diatas papan yang diletakkan langsung di tanah. Dengan
demikian tidak memungkiri adanya debu ataupun lainnya yang dapat menempel ke
terasi yang dijemur ini. Mengingat pula kondisi sanitasi lingkungan di daerah
rob tersebut relatif kurang baik. Namun tetap saja terasi masih laris
dipasaran.
Bagaimana dengan usaha kecil
rumahan seperti ini? Apakah usaha ini sudah memiliki ijin? Bagaimana pengawasan
dari petugas Puskesmas wilayah tersebut?
Inilah yang terjadi sekarang,
regulasi yang tidak diikuti dengan pengawasan dan sanksi yang tegas.
![]() |
| Warna terasi sebelum pewarnaan |
![]() |
| Proses pewarnaan menggunakan pewarna tekstil |
![]() |
| Setelah proses pewarnaan dan pencampuran dengan air |
![]() |
| Terasi hasil pewarnaan |
![]() |
| Menuju proses pencetakan |
![]() |
| Terasi dijemur di halaman rumah |
Label:
industri rumah tangga,
Inspeksi sanitasi,
pembuatan terasi,
pengolahan terasi,
pewarna tekstil,
produksi terasi,
sanitasi makanan minuman,
semarang,
tanjungemas semarang,
terasi
Rabu, 07 Mei 2014
Sepenggal kisah perjalananku menuju gelar sarjana
Sedikit sharing tentang perjalananku 2 tahun terakhir ini, sebuah tantangan kehidupan. Bukan untuk sombong tapi untuk saling memotivasi agar selalu berusaha, doa, tawakkal, bersyukur dan berprasangka baik serta yakin Allah selalu memberikan yang terbaik untuk kita.
Agustus 2012 aku telah
menyelesaikan studi Diploma 3 di Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Jurusan
Kesehatan Lingkungan. Dan bulan September 2012 aku melanjutkan pendidikanku ke
jenjang S1 di Universitas Diponegoro Fakultas Kesehatan Masyarakat. Menjadi
mahasiswa alih jalur tak mengurungkan niatku untuk mencari pengalaman
sebanyak-banyaknya di kampus ungu ini. Saat itu pula aku mengikuti forum dan
komunitas lingkungan dikampus ini tanpa melupakan tugas utaku sebagai
mahasiswa. Targetku waktu itu sangatlah simple yaitu mengikuti organisassi
kampus, lulus di tengah tahun 2013 dan IPK cumlaude.
Setahun belajar di kampus ini aku
mulai mendapatkan pengalaman-pengalaman baru yang awalnya belum kudapatkan di
kampusku sebelumnya. Kuliah Diploma 3 yang fokus ke pendidikan vokasi bealih ke
pendidikan yang mengutamakan manajemen di Fakultas Kesehatan Masyarakat ini. Akupun
mulai nyaman dan semakin menikmati proses ini. Walau kadang berfikir dan iri
melihat rekan seangkatan waktu SMA yang bisa menyelesaikan pendidikan S1 cukup
dalam waktu 4 tahun. Namun dengan niat ikhlas menuntut ilmu akupun terus menjalaninya.
Memasuki semester 3 di kampus
ungu ini, aku mulai fokus ke skripsi. Saat itu mata kuliah di kelas tinggal
satu yaitu Penulisan Karya Tulis Ilmiah yang hanya dilakukan kegiatan kelas
selama 1 bulan. Mata kuliah lain adalah Magang selama 1 bulan, Pengalaman
Belajar Lapangan (PBL) atau dalam kata mudahnya KKN Fakultas selama 1 bulan,
dan KKN Universitas selama 35 hari. Setelah magang dan mata kuliah Penulisan
KTI selesai aku mencoba fokus ke proposal skripsi, bulan September 2013 aku
berusaha konsisten dengan judul skripsiku dan berusaha bimbingan ke dosen
pembimbing skripsi. Pada bulan Oktober 2013 pula ketika aku mulai menyusun
proposal skripsi, pengumuman pendaftaran CPNS di pusat maupun daerah banyak
beredar dengan formasi D3 kesehatan Lingkungan. Akupun mulai tergoda dan ingin
merasakan euforia seleksi CPNS pada saat itu. Dengan penuh kebimbangan antara
skripsi atau CPNS, akhirnya akupun membagi waktu sebisa mungkin melaksanakan
semuanya. Sambil melengkapi berkas pendaftaran seleksi CPNS ke tanah kelahiran
Banyuwangi dan ke kampusku D3 Yogyakarta.
Oktober 2013 hari-hariku fokus
pada tes CPNS dan proposal skripsi, dalam satu hari aku selalu meluangkan waktu
3 jam untuk penyusunan proposal skripsi dan 3 jam untuk seleksi CPNS. Dan oktober
itu pula 2 tes seleksi CPNS aku ikuti yaitu Kemenkes formasi sanitarian KKP
Yogyakarta dan BNN Kota Yogyakn praktarta formasi surveyor. Ahirnya oktober pun
berlalu dengan segala kesibukanku.
Awal November 2013 sampai awal
Desember 2013 PBL dilaksanakan di Kabupaten Demak, kegiatan pengabdian
masyarakat inipun mengalihkan fokusku ke skripsi sehingga saat itu skripsi
mulai kusingkirkan. Setelah selesai PBL di Demak, dengan segala niat maksimal
mengerjakan skripsi saat itu pula pengumuman hasil TKD CPNS BNN keluar. Akupun lolos
3 besar untuk formasi surveyor BNN Kota Yogyakarta dan saat itu masih berada
pada urutan pertama. Berusaha membagi waktuku antara ingin segera seminar
proposal dan ingin tetap mengikuti tahapan selanjutnya seleksi CPNS BNN ini. Dengan
susah payah sambil bimbingan ke dosen pembimbing skripsi akupun membagi waktu
untuk menyiapkan berkas tes kesehatan dan tes wawancara seleksi CPNS BNN ini. Alhamdulillah
sebelum berangkat ke Jakarta untuk mengikuti tes kesehatan dan wawancara,
proposalku sudah di ACC oleh dosen pembimbing dan diperkenankan untuk seminar
proposal. Saat itu pula sebelum berangkat ke Jakarta aku melengkapi syarat
untuk seminar proposal skripsi.
18-20 Desember 2013 tes wawancara
dan kesehatan di Persada Sport Club Halim Perdana Kusuma Jakarta Timur
dilaksanakan, dengan percaya diri dan yakin aku menjalani tahapan ini. Berdoa dan
tawakkal yang aku lakukan, kalau memang ini jalanku Allah pasti mempermudan dan
kalau memang ini bukan jalanku pasti Allah telah menyiapkan yang lebih baik.
22 Desember 2013 aku kembali ke
Semarang dan mulai fokus mempersiapkan seminar proposal. Dan akhirnya 24
Desember 2013 seminar proposalku dengan judul “Pengaruh Variasi Waktu Tinggal
Pengolahan Rotating Biological Contactors (RBCs) Media PVC terhadap Penurunan
Kadar Fosfat Limbah Cair Laundry” dilaksanakan dengan lancar. Terimakasih Bp
Nurjazuli dan Bp Tri Joko yang telah membimbingku. Sore harinya tanggal itupula
aku diberi kabar oleh rekanku yang sama-sama berjuang dalam tes CPNS seminggu
yang lalu bahwa aku lolos diterima menjadi CPNS di BNN Kota Yogyakarta.
Alhamdulillah syukurku tak terhingga untuk hari ini 24 Desember 2013, kerja
kerasku selama ini terbayarkan sudah inilah hasi dari susah payah bagi waktu.
9-12 Januari 2014 akupun ke
Jakarta lagi untuk melakukan pemberkasan di Kantor BNN pusat. Dan tanggal 14
Januari 2014 pelepasan KKN Universitas Diponegoro, aku mendapatkan tempat KKN Di
Kabupaten Pekalongan. Selama 35 hari aku melaksanakan pengabdian masyarakat
disana dan lagi-lagi penelitian skripsi terbengkalai. Walaupun saat itu aku
sudah memulai merancang alat penelitianku namun aku tidak bisa fokus
menyelesaikannnya. Setelah KKN pun akhir Februari aku mulai melanjutkan
pembuatan alat penelitianku. Desain alat yang lumayan susah membuatku harus
kerja jeras lagi untuk menyelesaikannya. Dengan modal nekat kesana kemari
meninta tolong kepada banyak pihak akhirnya alatkupun jadi dengann hasil
memuaskan. Penelitian dilaksanakan bulan Maret 2014. Setelah penelitian usai
akupun mengerjakan hasil dan pembahasan skripsi hingga bulan April 2014. Waktu itu
pikiranku cemas karena dihantui SK CPNS yang diperkirakan akan turun sekitar
bulan Maret-April, sementara skripsiku belum selesai. Dengan penuh beban akupun
menyelesaikannya hingga 22 April 2014 Seminar Hasil penelitianku pun dilaksanakan.
Alhamdulillah tak pernah lupa kuucapkan atas kemudahan yang telah Allah berikan
padaku.
Berjarak 2 minggu setelah seminar
hasil akhirnya 5 Mei 2014 aku melaksanakan ujian skripsi dengan 3 dosen
penguji. Ujian dilaksanakan dari jam 8.15-9.15 WIB, waktu yang cukup singkat
aku mempertahankan hasil penelitianku di depan dewan penguji. Alhamdulillah aku
dinyataan lulus dengan nilai A dan IPK diatas 3,5. Targetku tercapai sudah
dengan nilai cumlaude untuk kedua kalinya. Hari itu pula semua bebanku terasa
hilang, skripsi selesai dan SK CPNS belum turun.
Inilah akhir dari perjalananku di
Universitas Diponegoro. Alhamdulillah, syukur tak
terhingga atas nikmat Allah SWT yang telah memberikan jalan kelancaran dan
kemudahan padaku untuk menyelesaikan studi ini.
Memang rencana Allah itu jauh
lebih indah dari yang kita perkirakan. Semoga aku tak pernah lupa untuk selalu
bersyukur.
![]() |
| Tes Wawancara dan Kesehatan CPNS BNN di Jakarta 18 Desember 2013 |
![]() |
| Pemberkasan CPNS BNN di Kantor Pusat BNN Cawang Jakarta Timur 10 Januari 2014 |
![]() |
| Seminar Hasil Penelitian di FKM Undip Semarang 22 April 2014 |
![]() |
| Setelah Sidang Skripsi FKM Undip 5 Mei 2014 |
![]() |
| Diberi kejutan dan kekonyolan teman-teman FKM Undip 5 Mei 2014 |
Label:
cpns,
cpns bnn,
fkm undip,
JKL Poltekkes Yogyakarta,
motivasi,
motivation letter,
pengolahan limbah laundry,
Poltekkes Kemenkes Yogyakarta,
rbcs,
skripsi,
Universitas Diponegoro
Kondisi Sungai di Tembalang sebagai Akhir Pembuangan Limbah Domestik
Badan air
merupakan salah satu bagian dari lingkungan yang harus dijaga, salah satu badan
air adalah sungai. Dalam hal ini Indonesia telah memiliki regulasi yaitu
Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan
Pengendalian Pencemaran Air. Dimana air dibagi menjadi 4 golongan yaitu
golongan I sebagai air minum, golongan 2 air yang harus diolah terlebih dahulu
untuk digunakan sebagai air minum, golongan 3 yaitu air untuk perikanan dan
peternakan, dan golongan 4 air untuk pertanian.
Sungai di
Kecamatan Tembalang tepatnya di sebelah selatan Universitas Diponegoro berada
pada daerah permukiman penduduk. Oleh karena itu padatnya rumah warga
membuatnya tidak ada daerah aliran sungai (DAS). Pada tepi sungai banyak
dibangun rumah penduduk, kos-kosan, ataupun fasilitas penunjang bagi mahasiswa
yang menyebabkan bangunan menggunakan lahan yang sangat mepet dengan sungai.
Sehingga DAS pun hilang dan tidak ditemukan pada daerah ini.
Hal lain yang
perlu disoroti adalah pembuangan air limbah domestik atau air limbah rumah
tangga. Entah alasannya apa penduduk yang mempunyai tempat tinggal disekitar
sungai ini membuang air limbahnya melalui pipa tertutup menuju sungai. Padahal
air limbah tersebut dapat disalurkan ke septic tank. Namun karena khawatir
septictank penuk maka masyarakat membuangnya ke sungai. Sehingga banyak
pipa-pipa yang menempel di tepi sungai yang menyaluran air limbahnya. Dampaknya
sungai yang harusnya dilindungi dan dikelola justru dicemari dengan air limbah
rumah tangga. Akhirnya sungai di Tembalang ini tercemar bahkan sangat kotor.
Apabila diperiksa, kemungkinan kandungan air limbah yang tinggi adalah
parameter BOD, COD, TSS, NH3, fosfat, dan lainnya.
Adanya
regulasi dari pusat yang tidak didukung dengan peraturan daerah yang ketat dan
tidak adanya pemantauan wilayah menyebabkan masyarakat dengan mudah untuk
membuang limbah rumah tangga ke sungai. Selain itu tidak adanya sanksi hukum
yang diberikan membuat masyarakat tidak akan pernah takut untuk melakukannnya.
Beginilah akibat kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan
lingkungan. Dimulai dari diri sendiri, disalurkan kepada kerabat sekitar, untuk
lingkungan yang lebih baik.
Rabu, 05 Februari 2014
Langganan:
Postingan (Atom)
Diberdayakan oleh Blogger.


.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
























