Halaman

Tampilkan postingan dengan label kkn undip 2014. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kkn undip 2014. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Februari 2014

Saatnya menjadi bagian dari Desa Wonopringgo

warga yang ramah, penuh sopan santun, baik hati, dan saling menghormati adalah ciri khas dari warga Desa Wonopringgo, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan.
Apa potensi daerah ini?
1. Kerajinan batok kelapa
2. Industri rumah tangga celana jeans
Untuk masalah pendidikan di desa ini terdapat 1 PAUD, 1 TK, dan 2 SD yang mudah dijangkau dan dekat dengan permukiman penduduk.





Selasa, 04 Februari 2014

Sehat bersama mahasiswa Universitas Diponegoro


KKN Universitas Diponegoro goes to Desa Wonopringgo, kami berolahraga pagi mengelilingi Desa Wonopringgo. Bersama Kepala Desa Wonopringgo bernama Bapak Slamet Hariyanto kami ditemani untuk mengelilingi seluruh Desa Wonopringgo dan batas-batas wilayahnya, selain itu kami mengunjungi beberapa potensi yang ada di desa ini. beberapa potensi tersebut adalah kerajinan tangan dari batok kelapa dan produksi rumah tangga celana jeans.
Kota yang terkenal dengan produksi batiknya ini memiliki masyarakat dengan krestifitas tinggi. selain itu masyarakat yang ramah membuat tamu dari luar kota nyaman untuk tinggal di Pekalongan. Nuansa islami di kota ini pun sangat kental sekali dibuktikan selalu ada perkumpulan pengajian baik bapak-bapak maupun ibu-ibu di setiap harinya. wajar kalau kota ini menjadi kota yang kreatif dan islami.


Selasa, 28 Januari 2014

Permainan berbasis kearifan lokal dengan kartu sehat sebagai media sosialisasi PHBS


Sabtu, 23 Januari 2014 kami mahasiswa KKN Tim 1 Undip yang ditempatkan di Desa Wonopringgo Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan mengadakan kegiatan sosialisasi kesehatan masyarakat tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada anak kelas 2 dan kelas 3 di SD Negeri 2 Wonopringgo.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan praktek anak dalam melaksanakan PHBS yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat maupun di lingkungan sekolah.
 
Mengapa memilih sasaran anak kelas 2 dan 3?
Anak usia dini merupakan sasaran media pendidikan karena usia dini lebih cepat menerima informasi dan mempraktekkannya dibandingkan dengan usia yang sudah lanjut dewasa, karena pada usia dini anak masih dapat untuk diatur dan diarahkan baik perilaku maupun yang lainnya. oleh karena itu pada usia dini sebaiknya anak diarahkan pada segala sesuatu yang bersifat positif hingga terbentuk kepribadian yang positif dewasa nanti.
Mengapa menggunakan permainan berbasis kearifan lokal?
anak terbentuk dari lingkungan yang kecil yaitu keluarga, segalasesuatu mudah diajarkan dari lingkungan terkecil tersebut. Adat istiadat yang ada dalam keluarga dan lingkungan sekitar sangat berpengaruh terhadap proses penerimaan informasi pada anak. anak bisa diibaratkan sebagai plastisin yang masih mudah diatur dan diarahkan. namun anak telah menerima unsur kebudayaan sekitar sehingga di sekolah lebih mudah lagi untuk menerima informasi apabila cara penyampaiannnya sesuai dengan kebudayaan di lingkungan keluarganya. sehingga permainan anak berbasis kearifan lokal ini diharapkan dapat mempermudah untuk penerimaan informasi, selain menyesuaikan kebudayaan sebelumnya namun cara ini agar anak lebih asik dalam menerima informasi.
Diberdayakan oleh Blogger.
 

Blogger news

Cari Blog Ini